Cuaca Ekstrem, Semua Jalur Pendakian Gunung Butak Resmi Ditutup Sementara

SUARAMALANG.COM, Kota Batu – Rencana pendakian ke Gunung Butak harus ditunda. Seluruh jalur resmi menuju gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar itu kini ditutup total menyusul kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan pegunungan.

Penutupan dilakukan mulai Jumat (17/1/2026) dan berlaku untuk semua aktivitas pendakian. Keputusan tersebut diambil demi keselamatan pendaki, seiring meningkatnya risiko akibat cuaca buruk yang sulit diprediksi.

Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Ahmad Syaifudin, membenarkan kebijakan penutupan sementara tersebut. “Iya benar (ditutup sementara) karena cuaca buruk,” ungkap Ahmad Syaifudin.

Pria yang akrab disapa Udin itu menjelaskan, penutupan tidak hanya berlaku pada satu jalur tertentu, melainkan mencakup seluruh akses resmi pendakian Gunung Butak. Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan jalur akan kembali dibuka.

“Kalau untuk berapa lama waktu penutupan, tentu sampai cuaca membaik. Akan kita lakukan evaluasi berkala hingga dinyatakan aman,” terang Udin.

Gunung Butak sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi favorit pendaki di Jawa Timur. Dengan ketinggian 2.868 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini menawarkan panorama hutan tropis, sabana, hingga edelweiss yang memikat. Namun, karakter cuaca di kawasan ini juga dikenal cepat berubah, terutama di musim hujan.

Sebagai catatan, terdapat empat jalur pendakian resmi yang biasa digunakan para pendaki untuk mencapai kawasan Gunung Butak. Seluruhnya kini terdampak penutupan.

Jalur pertama adalah via Sirah Kencong, Blitar. Jalur ini cukup diminati karena trek yang relatif bersahabat serta pemandangan perkebunan teh, hutan pinus, hingga sabana luas menjelang area puncak.

Jalur kedua melalui Gunung Panderman, Kota Batu, yang dimulai dari Desa Toyomerto. Trek ini dikenal menantang dengan tanjakan terjal, sehingga lebih cocok bagi pendaki berpengalaman.

Selain itu, ada jalur via Gunung Kawi dari Kepanjen, Kabupaten Malang. Jalur ini terbilang lebih sepi dan alami, meski akses menuju titik awal pendakian relatif mudah.

Jalur keempat adalah via Gadingkulon, Kecamatan Dau, Malang, yang kerap menjadi alternatif bagi pendaki lokal.

Pihak pengelola mengimbau calon pendaki untuk mematuhi kebijakan penutupan dan tidak memaksakan diri masuk jalur ilegal. Informasi pembukaan kembali jalur pendakian akan diumumkan setelah kondisi cuaca dinilai benar-benar aman.

Exit mobile version