Daftar Negara yang Diizinkan Iran Melintas Selat Hormuz di Tengah Perang

SUARAMALANG.COM – Pemerintah Iran mengizinkan kapal-kapal dari beberapa negara untuk melintas di Selat Hormuz meskipun jalur perdagangan strategis tersebut sebagian besar masih dibatasi akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Kebijakan ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi yang menyebut sejumlah negara telah melakukan komunikasi dengan Teheran terkait pembangunan jalur aman bagi kapal mereka di kawasan tersebut.

“Beberapa negara telah berbicara kepada kami tentang pembangunan jalan melalui selat tersebut dan kami telah bekerja sama dengan mereka,” kata Takht-Ravanchi.

Namun ia menegaskan bahwa negara yang dianggap memperoleh keuntungan dari agresi militer terhadap Iran tidak akan mendapatkan akses jalur aman di selat tersebut.

“Sejauh menyangkut Iran, kami merasa bahwa negara-negara yang bergabung dalam agresi tersebut seharusnya tidak mendapat keuntungan dari jalur aman melalui Selat Hormuz,” ujarnya.

Jalur Energi Vital Dunia

Selat Hormuz merupakan jalur maritim sempit yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Samudra Hindia.

Posisinya yang strategis menjadikan selat tersebut sebagai salah satu rute paling vital bagi perdagangan energi global karena sebagian besar pengiriman minyak dunia melewati jalur ini.

Gangguan terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz dapat langsung memengaruhi pasokan energi global serta berdampak pada fluktuasi harga minyak internasional.

Ancaman penutupan jalur ini sebelumnya juga sempat memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga 2,5 persen menjadi 105,70 dollar AS per barel pada 16 Maret 2026.

Negara yang Diizinkan Melintas

Sebelumnya, penasihat senior komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ebrahim Jabari sempat menyatakan bahwa selat tersebut akan ditutup bagi kapal yang mencoba melintas.

Namun belakangan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan bahwa pemerintahnya telah bernegosiasi dengan beberapa negara untuk memberikan akses terbatas bagi kapal mereka.

Berikut sejumlah negara yang diketahui mendapatkan izin melintas:

  • Pakistan
    Sebuah kapal tanker Aframax berbendera Pakistan bernama Karachi dilaporkan keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz pada 15 Maret 2026.

  • India
    Beberapa kapal tanker India yang membawa gas petroleum cair dilaporkan berhasil melintasi selat tersebut menuju pelabuhan di India barat.

  • Turkiye
    Menteri Transportasi Turkiye Abdulkadir Uraloglu mengatakan salah satu kapal milik negaranya diizinkan melintas setelah memperoleh izin dari otoritas Iran.

  • China
    Beijing dilaporkan sedang bernegosiasi dengan Teheran untuk memastikan kapal pengangkut minyak dan LNG dapat melewati selat dengan aman.

  • Perancis dan Italia
    Kedua negara Eropa tersebut juga disebut telah membuka komunikasi dengan Iran untuk membahas izin pelayaran bagi kapal mereka.

Klarifikasi Soal Kapal Indonesia

Sementara itu, muncul informasi yang menyebut dua kapal milik perusahaan energi Indonesia diizinkan melintasi Selat Hormuz.

Namun klaim tersebut dibantah oleh PT Pertamina International Shipping melalui pejabat Corporate Secretary sementara, Vega Vita.

Ia menjelaskan bahwa terdapat empat kapal milik perusahaan tersebut yang berada di kawasan Timur Tengah, yakni Gamsunoro, Pertamina Pride, PIS Rinjani, dan PIS Paragon.

Menurut Vega, dua kapal yaitu PIS Rinjani dan PIS Paragon telah meninggalkan area konflik, sementara dua kapal lainnya masih berada di kawasan Teluk.

“Dari empat unit kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kedua kapal tersebut sebelumnya memang tidak berada di jalur pelayaran Selat Hormuz.

Exit mobile version