SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang memperkuat agenda internasionalisasi akademik melalui kerja sama dengan Universiti Teknologi Malaysia. Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam Guest Lecturer and Academic Collaboration Program yang digelar pada Kamis (14/5/2026) di lingkungan FMIPA UM.
Program ini berfokus pada peningkatan kompetensi publikasi internasional serta inovasi pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat riset kolaboratif postdoctoral antara kedua institusi.
FMIPA UM Dorong Publikasi Internasional dan Inovasi STEM
FMIPA UM menempatkan kerja sama dengan UTM sebagai strategi untuk memperluas jejaring akademik global. Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas riset yang berorientasi pada publikasi bereputasi internasional.
Dr. Nor Farahwahidah Abdul Rahman dari UTM hadir sebagai narasumber utama sekaligus postdoctoral fellow. Sementara itu, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si. bertindak sebagai host researcher dan penggerak kolaborasi akademik.
Dalam forum tersebut, kedua institusi menekankan pentingnya penguatan kapasitas riset di tengah kompetisi akademik global. Pendekatan kolaboratif ini mempercepat pertukaran pengetahuan serta penerapan metodologi penelitian modern.
Strategi Publikasi dan Penguatan Riset Global
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa S1, S2, dan S3 FMIPA UM. Panitia membagi agenda ke dalam dua sesi, yaitu Manuscript Writing Strategy dan STEM Education Session.
Pada sesi pertama, peserta mempelajari strategi penulisan artikel ilmiah untuk jurnal internasional. Materi mencakup perumusan ide penelitian, penguatan struktur artikel, hingga teknik penulisan sesuai standar publikasi bereputasi.
Selanjutnya, peserta mempelajari cara meningkatkan kualitas manuskrip agar lebih kompetitif di jurnal global. Pendekatan ini membantu mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang lebih sistematis dan berbasis metodologi kuat.
Bibliometric Analysis Jadi Fokus Penguatan Metodologi Riset
Sesi kedua membahas Bibliometric Analysis Workshop: From Search Strategy to Research Gap Identification. Dalam sesi ini, peserta berlatih melakukan analisis bibliometrik secara langsung.
Pelatihan Data Scopus hingga VOSviewer
Peserta mempraktikkan penyusunan search string, ekstraksi data dari Scopus dan Web of Science, serta pembersihan metadata. Mereka juga menggunakan VOSviewer untuk memvisualisasikan data dan memetakan kata kunci penelitian.
Pendekatan ini membantu peserta memahami tren riset sekaligus menemukan research gap secara sistematis. Karena itu, metode bibliometrik digunakan untuk mendukung penyusunan systematic literature review (SLR), tesis, dan disertasi.
Pelatihan berlangsung melalui metode concept, demonstration, hands-on task, dan interpretation. Model ini membuat peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mempraktikkan analisis data penelitian.
Dampak Langsung bagi Mahasiswa dan Riset Akademik
Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Diskusi interaktif dan praktik langsung menjadi bagian yang paling banyak diminati karena dinilai relevan dengan kebutuhan akademik.
Herinda, salah satu peserta, menilai pelatihan tersebut sangat membantu mahasiswa doktoral dalam penyusunan disertasi.
“Workshop Bibliometric Analysis menggunakan Diblo sangat menarik dan bermanfaat,” ujarnya.
Mahasiswa fast track S1–S2, Messy, juga menyebut kegiatan ini memberikan wawasan baru yang lebih aplikatif. Ia menilai materi yang disampaikan padat dan relevan dengan kebutuhan riset.
Sementara itu, mahasiswa S3 Pendidikan Biologi UM, Anandita Eka, menilai sesi praktik memberikan pengalaman langsung dalam penulisan artikel ilmiah. Ia menilai pelatihan tersebut meningkatkan motivasi untuk mengembangkan riset berbasis bibliometrik dan meta-analisis.
Melalui kegiatan ini, FMIPA UM menegaskan bahwa kolaborasi internasional tidak hanya bersifat seremonial. Program ini juga memberikan dampak langsung pada peningkatan kapasitas akademik mahasiswa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas dan kemitraan global.
