SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Perkembangan teknologi material masa depan dan pentingnya data statistik dalam perencanaan pembangunan menjadi dua topik utama yang mengemuka dalam kegiatan yang digelar di Kota Malang, Jumat (19/6/2026). Guru Besar Departemen Fisika Universitas Brawijaya (UB), Prof. Abdurrouf, memaparkan perkembangan riset material dua dimensi (2D), sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjaifudin menjelaskan peran strategis data statistik dalam mendukung pengambilan kebijakan.
Prof. Abdurrouf menjelaskan bahwa material dua dimensi merupakan salah satu teknologi yang menjanjikan untuk menggantikan keterbatasan material tiga dimensi yang selama ini digunakan pada industri elektronik. Material seperti grafena, molybdenum disulfide (MoS₂), dan kelompok transition metal dichalcogenides memiliki potensi besar untuk diaplikasikan pada transistor generasi baru, sensor ultra-sensitif, sel surya berdaya guna tinggi hingga teknologi komputasi kuantum.
Menurutnya, tantangan utama dalam pengembangan material tersebut adalah kemampuan mengatur celah energi atau band gap, yaitu selisih energi antara pita valensi dan pita konduksi yang menentukan karakteristik elektronik suatu material.
“Band gap yang terlalu kecil dapat menyebabkan arus bocor, sedangkan band gap yang terlalu besar akan menghambat transport muatan. Karena itu kemampuan melakukan tuning band gap menjadi sangat penting dalam merancang material sesuai kebutuhan teknologi,” ujar Prof. Abdurrouf.
Ia menerangkan bahwa Persamaan Schrödinger menjadi fondasi utama untuk memahami perilaku elektron pada tingkat atomik. Untuk itu, tim peneliti memanfaatkan Metode Filter 2D sebagai solver Persamaan Schrödinger dua dimensi guna memprediksi perubahan sifat elektronik material akibat berbagai perlakuan, mulai dari rekayasa regangan mekanik (strain engineering), pemberian medan listrik eksternal, pengaturan jumlah lapisan atom, hingga penambahan impuritas dan pembentukan heterostruktur material.
Terobosan Baru Guru Besar UB Bidang Fisika
Pendekatan komputasi tersebut memungkinkan para peneliti melakukan desain material secara rasional sebelum eksperimen dilakukan di laboratorium, sehingga dapat mempercepat lahirnya inovasi teknologi baru.
“Lewat penelitian yang terus berkembang, kami berharap dapat mempercepat hadirnya generasi baru teknologi berbasis material dua dimensi untuk menjawab berbagai tantangan global, mulai kebutuhan energi bersih hingga transformasi digital,” katanya.
Prof. Abdurrouf mengungkapkan, riset yang dilakukan di laboratorium menunjukkan bahwa pergantian atom pada material, seperti dari graphene menjadi silicene maupun silicon carbide, memengaruhi struktur pita energi. Selain itu, keberadaan impuritas dan posisi atom tertentu juga turut menentukan sifat elektronik material.
Ia mengajak akademisi, industri, pemerintah, dan media untuk bersama-sama mendukung riset dasar di bidang fisika kuantum dan ilmu material.
“Sering kali terobosan teknologi yang mengubah kehidupan manusia justru lahir dari pemahaman paling mendasar tentang alam semesta,” ujarnya.
BPS Berperan Strategis dalam Kebijakan
Sementara itu, Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menegaskan bahwa BPS memiliki peran penting dalam menghasilkan berbagai indikator strategis yang menjadi dasar pengambilan kebijakan pemerintah, dunia akademik, pelaku usaha, hingga masyarakat.
Menurut Umar, indikator seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, dan pengangguran merupakan hasil dari berbagai kegiatan statistik yang dilaksanakan BPS.
“Banyak masyarakat hanya mengenal BPS melalui sensus penduduk. Padahal, selain sensus kami juga melaksanakan berbagai survei dan memanfaatkan data administrasi untuk menghasilkan statistik yang dibutuhkan berbagai pihak,” katanya.
Ia menjelaskan, BPS memiliki tiga sumber utama pengumpulan data, yakni sensus, survei, dan data administrasi. Sensus dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali, meliputi Sensus Penduduk pada tahun berakhiran nol, Sensus Pertanian pada tahun berakhiran tiga, serta Sensus Ekonomi pada tahun berakhiran enam.
Data Akurat Pondasi Penting Perencanaan
Pada 2026, BPS kembali melaksanakan Sensus Ekonomi setelah sebelumnya digelar pada 2016. Selain itu, BPS secara rutin melaksanakan berbagai survei yang menghasilkan indikator bulanan seperti inflasi dan pariwisata, maupun indikator tahunan seperti tingkat kemiskinan dan pengangguran.
Umar juga menjelaskan bahwa di Jawa Timur hanya terdapat sekitar 11 kabupaten/kota yang menjadi daerah penghitungan inflasi. Untuk wilayah Malang Raya, penghitungan inflasi dilakukan di Kota Malang sehingga menjadi acuan bagi Kabupaten Malang dan Kota Batu.
“Output yang dihasilkan BPS sangat beragam. Data yang akurat menjadi fondasi penting dalam perencanaan, evaluasi, dan keberhasilan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah,” tegasnya.
Kolaborasi antara pengembangan ilmu dasar dan ketersediaan data yang akurat dinilai menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan era teknologi dan pembangunan berkelanjutan.
Riset material maju dan statistik berkualitas sama-sama berperan dalam mendorong lahirnya inovasi serta kebijakan yang tepat sasaran demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: *Halim Ali
