Harga Pangan Naik, Bawang Merah Tembus Rp45.950 per Kg

SUARAMALANG.COM, Nasional – Harga sejumlah komoditas pangan nasional mengalami kenaikan pada Jumat (24/4/2026). Kenaikan ini terlihat pada data terbaru yang dirilis Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional.

Data tersebut menunjukkan harga bawang merah mencapai Rp45.950 per kilogram. Sementara bawang putih tercatat di angka Rp39.650 per kilogram.

Kondisi ini turut diikuti harga telur ayam ras yang menyentuh Rp32.000 per kilogram. Pergerakan harga ini terjadi di tingkat pedagang eceran secara nasional.

Harga Beras dan Komoditas Pokok

Untuk komoditas beras, harga kualitas bawah I dan II sama-sama berada di Rp14.550 per kilogram. Beras medium I tercatat Rp16.050 per kilogram, sedangkan medium II Rp15.950 per kilogram.

Selanjutnya, beras kualitas super I berada di angka Rp17.350 per kilogram. Adapun kualitas super II tercatat Rp16.850 per kilogram.

Komoditas cabai juga menunjukkan harga yang cukup tinggi. Cabai merah besar mencapai Rp48.600 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.400 per kilogram.

Harga cabai rawit hijau berada di Rp48.700 per kilogram. Sementara cabai rawit merah menjadi yang tertinggi dengan Rp65.000 per kilogram.

Daging, Gula, dan Minyak Goreng Ikut Bergerak

Harga daging ayam ras tercatat Rp39.400 per kilogram. Sedangkan daging sapi kualitas I mencapai Rp147.650 per kilogram dan kualitas II Rp139.700 per kilogram.

Untuk komoditas gula, harga premium berada di Rp20.250 per kilogram. Gula lokal sedikit lebih rendah di angka Rp19.200 per kilogram.

Minyak goreng curah dijual Rp20.500 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I mencapai Rp23.650 per liter dan bermerek II Rp22.750 per liter.

Dampak Kenaikan Harga Plastik

Kenaikan harga pangan juga dipengaruhi faktor eksternal, salah satunya lonjakan harga bahan baku plastik. Kondisi ini mulai memberi tekanan pada biaya produksi.

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, menyebut koordinasi telah dilakukan dengan berbagai pihak.

“Terkait plastik, tentu memang kami sudah beberapa kali rapat dengan stakeholder,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kenaikan harga plastik berdampak pada biaya produksi beras sekitar Rp300 per kilogram. Dampak pada gula relatif lebih kecil, yakni sekitar Rp100 hingga Rp150 per kilogram.

“Di beras itu, hampir sekitar Rp300 per kilogram dampaknya. Tapi di gula, sedikit,” jelasnya.

Upaya Tekan Dampak Kenaikan

Pemerintah bersama pelaku usaha terus mencari solusi untuk menekan dampak lanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mencari alternatif bahan baku plastik.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan di pasar. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat.

Di sisi lain, pelaku usaha didorong untuk lebih efisien dalam produksi. Upaya ini menjadi penting agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat.

Exit mobile version