HUT ke-112 DPRD Kota Malang Disorot, LIRA Jatim Nilai Kinerja Dewan Belum Maksimal

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 DPRD Kota Malang mendapat sorotan tajam dari Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur, M. Zuhdy Achmadi.

Dalam keterangannya pada Selasa (31/3/2026), Zuhdy menilai kinerja anggota DPRD Kota Malang periode 2024–2029 masih jauh dari harapan masyarakat, khususnya dalam menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan Pemerintah Kota Malang.

“Dalam pengamatan kami, tidak banyak anggota DPRD yang lantang bersuara dalam menyuarakan aspirasi dan melakukan kritik terhadap kebijakan maupun permasalahan yang ada di Kota Malang. Paling bisa dihitung jari anggota DPRD yang bisa dianggap kritis dan konsisten bersuara,” ujar Zuhdy.

Fungsi Pengawasan Dinilai Lemah

Zuhdy menyebut minimnya sikap kritis dari anggota dewan berdampak pada lemahnya fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Ia menilai DPRD belum mampu menjalankan peran sebagai penyeimbang kebijakan eksekutif secara dinamis.

Akibatnya, berbagai persoalan klasik perkotaan seperti banjir, kemacetan, infrastruktur, hingga masalah parkir dinilai terus berulang tanpa solusi konkret.

Dorong Evaluasi Total Tiga Fungsi DPRD

Zuhdy menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tiga fungsi utama DPRD, yakni pengawasan, penganggaran, dan legislasi.

“Fungsi penganggaran yang dimiliki DPRD harus lebih berdampak dan solutif terhadap permasalahan Kota Malang. Serta fungsi legislasi yang lebih memprioritaskan pembuatan Perda yang memang urgent dan betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar pengawasan dilakukan secara ketat, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi program pemerintah, termasuk dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda).

Tingkat Kepuasan Hanya 40 Persen

Sebagai warga Kota Malang, Zuhdy secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap performa DPRD saat ini.

Menurutnya, lembaga legislatif cenderung mengikuti ritme kerja eksekutif tanpa memberikan kontrol yang kuat.

“Kalau diprosentase, tingkat kepuasan hanya 40 persen, artinya masih banyak yang perlu dievaluasi, khususnya tentang layanan publik. Selama ini cenderung mengikuti irama kinerja eksekutif, lebih banyak wacana yang dipertontonkan ke publik. Jadi masih jauh dari puas,” pungkasnya.

Harapan Perbaikan ke Depan

Zuhdy berharap DPRD Kota Malang dapat meningkatkan kontribusinya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan isu-isu strategis kota.

Ia menegaskan pentingnya keberanian anggota dewan untuk bersuara kritis demi mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada kepentingan publik.

Momentum HUT ke-112 ini diharapkan menjadi titik refleksi bagi DPRD Kota Malang untuk memperbaiki kinerja dan memperkuat fungsi kelembagaan ke depan.

Exit mobile version