SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Proyek pelebaran jalan nasional yang menghubungkan Kecamatan Bantur menuju kawasan wisata Pantai Balekambang masih menyisakan persoalan bagi dunia pendidikan. Hingga kini, SD Negeri 1 Srigonco, Kabupaten Malang, belum mendapatkan ruang kelas pengganti setelah salah satu bangunannya terdampak proyek pelebaran jalan.
Sejak ruang kelas dibongkar pada April 2026, sebanyak 17 siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di ruang laboratorium. Bahkan sebelum laboratorium difungsikan sebagai kelas darurat, para siswa sempat belajar di musala sekolah akibat keterbatasan ruang belajar.
Proposal Pembangunan Diajukan Sejak 2022
Kepala SDN 1 Srigonco Kumaiyah mengungkapkan, rencana pelebaran jalan telah disosialisasikan sejak 2019. Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah mengajukan proposal kepada Bupati Malang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang pada awal 2022 untuk pembangunan fasilitas pengganti.
Proposal tersebut meliputi pembangunan ruang kelas baru, ruang kepala sekolah, ruang guru, serta ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang turut terdampak penataan lahan.
“Sudah dua kali kami mengajukan proposal kepada Bupati dan Dinas Pendidikan. Yang diajukan meliputi ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang UKS, serta ruang kelas pengganti,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Bantuan Dinas Pendidikan Tidak Terealisasi
Menurutnya, hingga saat ini belum ada kompensasi maupun realisasi pembangunan gedung baru. Padahal saat sosialisasi pada 2019 sempat disampaikan adanya rencana bantuan sebesar Rp211 juta. Menjelang pembongkaran bangunan, pihak sekolah kembali memperoleh informasi akan mendapatkan bantuan sekitar Rp370 juta melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Malang untuk pembangunan ruang kelas pengganti
Memasuki pertengahan 2026, bantuan yang dijanjikan tersebut belum juga terealisasi. Kondisi itu memaksa sekolah memanfaatkan ruang laboratorium sebagai kelas sementara. Ruangan tersebut sebelumnya dibersihkan dan dirapikan melalui kerja bakti bersama para wali murid agar layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Berdampak Kegiatan Belajar Mengajar
Keterbatasan fasilitas belajar tidak hanya memengaruhi kenyamanan proses pembelajaran, juga berdampak terhadap Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Saat ini SDN 1 Srigonco memiliki 124 siswa yang dibimbing oleh 12 tenaga pendidik dan kependidikan.
Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Malang bersama instansi terkait segera merealisasikan pembangunan ruang pengganti agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Selain memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru, pembangunan tersebut dinilai penting untuk menjamin tersedianya fasilitas pendidikan yang layak di tengah pembangunan infrastruktur yang terus berlangsung.
Pewarta: *Deni Robi
