SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Imam Muslimin alias Yai Mim, eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim, diketahui pernah menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa di rumah sakit jiwa (RSJ). Informasi itu disampaikan langsung oleh sang istri, Rosyida Vignesvari, di tengah proses hukum yang kini menjerat suaminya dalam kasus pornografi dan dugaan kekerasan seksual.
Rosyida mengungkapkan, suaminya mulai rutin menjalani kontrol ke psikiater sejak September 2024. Saat itu, Yai Mim juga mendapatkan obat untuk membantu mengatasi gejala yang muncul.
“September 2024 sampai Juni 2025 kontrol bagus (kondisinya). Setelah itu tidak kontrol dan tidak mengkonsumsi obat, alasannya dia (Yai Mim) merasa sudah enak, dan barengan saya haji 2025 juli,” beber Rosyida.
Namun setelah menghentikan pengobatan, Rosyida menyebut perubahan sikap suaminya mulai terlihat. Dalam beberapa bulan terakhir, kondisinya dinilai semakin sulit dikendalikan.
“Seperti yang teman teman lihat beberapa bulan ini memang semakin memuncak, semakin tidak terkontrol, semakin tidak bisa dikasih tahu,” ungkapnya.
Ia juga menuturkan, reaksi suaminya bisa menjadi lebih kuat ketika bertemu orang-orang tertentu yang dianggap pernah melukai perasaannya.
“Saya ini setiap hari sama beliau (Yai Mim) jadi tahu betul. Saya ingat kalau beliau melihat orang yang menyakiti. Beliau langsung bereaksi,” ujarnya.
Situasi tersebut membuat Rosyida merasa khawatir, terlebih kini Yai Mim harus menjalani penahanan. Ia menyebut obat yang seharusnya dikonsumsi pun sudah habis.
“Kalau gak konsumsi obat, kasihan yang di dalam (sel tahanan). Jika ada reaksi dari Yai Mim,” cetusnya.
Rosyida mengatakan, sebenarnya ada keinginan untuk kembali membawa suaminya menjalani pemeriksaan lanjutan. Tetapi rencana itu terus tertunda.
“Ada (berobat lagi). Beliaunya (Yai Mim berkenan, tapi ditunda-ditunda),” jawab Rosyida.
Ia menambahkan, kondisi suaminya sempat kembali mereda setelah mendapat pemeriksaan ulang ketika dirawat sebelum resmi ditahan polisi.
“Waktu di RS Unisma, kami coba ada pemeriksaan lagi. Dan beliau kembali bisa mengonsumsi obat lagi,” ujarnya.
Rosyida pun berharap penyidik bisa memberikan ruang agar suaminya tetap memperoleh penanganan medis yang diperlukan.
“Kalau menurut saya penting untuk berobatnya, karena beliau juga butuh obat-obatan. Karena ya itu, reaksinya berlebihan kalau tanpa obat,” tutup Rosyida.
Sumber: detik jatim
