Jaringan Narkoba Lintas Wilayah Masih Incar Malang Raya

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Jaringan narkotika lintas wilayah masih menjadikan Malang Raya sebagai target peredaran barang haram. Para pelaku menggunakan berbagai pola distribusi baru untuk menghindari pelacakan aparat kepolisian.

Polresta Malang Kota menemukan indikasi kuat keterlibatan jaringan antar daerah dalam sejumlah pengungkapan kasus narkotika beberapa waktu terakhir. Polisi menyebut pola distribusi kini semakin rapi dan terorganisir.

Peredaran narkotika tidak lagi dilakukan secara terbuka. Para pelaku memilih menggunakan kurir, sistem ranjau, hingga transaksi tanpa tatap muka untuk mempersempit risiko penangkapan.

Modus Tempel dan Kurir Antar Kota

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, menjelaskan jaringan narkotika kini lebih sering memanfaatkan metode tempel dalam transaksi.

Pelaku meninggalkan paket narkotika di titik tertentu sebelum diambil pembeli. Cara tersebut membuat penjual dan penerima tidak perlu bertemu langsung.

“Masih banyak penyalahgunaan narkotika dan miras ilegal yang menimbulkan gangguan kamtibmas di Kota Malang,” ujar Putu Kholis.

Selain itu, polisi menemukan adanya kurir yang bertugas mengambil pasokan dari luar daerah sebelum diedarkan kembali di Malang Raya.

Pengungkapan tersebut memperlihatkan bahwa Kota Malang masih menjadi pasar potensial bagi jaringan narkotika lintas wilayah.

Polisi Bongkar Jaringan Sabu Antar Daerah

Salah satu kasus besar yang berhasil diungkap berasal dari jaringan sabu dengan pola distribusi antar kota. Polisi mengamankan seorang kurir yang diduga terhubung dengan jaringan lebih besar.

Dari tangan pelaku, petugas menyita lebih dari satu kilogram sabu siap edar. Polisi menduga pasokan tersebut berasal dari bandar yang kini masih buron.

Hasil pemeriksaan menunjukkan pelaku beberapa kali menerima kiriman sabu dalam jumlah besar untuk diedarkan menggunakan sistem ranjau.

Selain sabu, aparat juga mengungkap peredaran ganja dan pil LL dalam jumlah besar di wilayah Kedungkandang. Barang bukti tersebut diduga akan diedarkan ke sejumlah titik di Malang Raya.

Polisi menyebut setiap anggota jaringan memiliki tugas berbeda. Sebagian bertindak sebagai kurir, sementara lainnya menjadi penyimpan dan pengedar lapangan.

Informasi Warga Jadi Kunci Pengungkapan

Kapolresta Malang Kota mengakui laporan masyarakat berperan penting dalam membongkar jaringan narkotika tersebut.

Polisi kerap menerima informasi mengenai aktivitas mencurigakan di kawasan permukiman hingga pinggir jalan. Dari laporan itu, penyelidikan kemudian berkembang ke beberapa wilayah lain.

“Awalnya dari temuan warga soal bungkusan mencurigakan di perumahan. Kami kembangkan hingga ke titik-titik di Klojen, Blimbing, dan Kedungkandang,” katanya.

Selain melakukan penyelidikan lapangan, polisi juga memperkuat patroli siber untuk memantau pola komunikasi para pelaku.

Langkah tersebut dilakukan karena jaringan narkotika kini lebih sering memanfaatkan komunikasi digital dan sistem terputus.

Ribuan Pil dan Miras Ilegal Ikut Diamankan

Tak hanya sabu dan ganja, Satresnarkoba Polresta Malang Kota juga menyita puluhan ribu pil LL dari salah satu pengungkapan kasus.

Polisi menduga pil berbahaya tersebut akan diedarkan ke berbagai wilayah di Malang Raya dengan menyasar kalangan muda.

Selain itu, aparat juga menggagalkan distribusi ribuan botol minuman keras ilegal tanpa izin edar.

Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Daky Dzul Qornain, memastikan pengembangan kasus masih terus berlangsung untuk memburu jaringan di atas para pelaku lapangan.

“Peredaran narkotika saat ini menggunakan berbagai modus, termasuk sistem ranjau dan jaringan terputus. Kami terus melakukan pengembangan terhadap para pelaku dan memburu para DPO yang terlibat,” tegasnya.

Polisi Klaim Selamatkan Ribuan Jiwa

Dari seluruh pengungkapan tersebut, polisi memperkirakan lebih dari 31 ribu jiwa berhasil terselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkotika dan miras ilegal.

Jumlah itu berasal dari potensi penyalahgunaan sabu, ganja, pil LL, hingga minuman keras ilegal yang berhasil diamankan aparat.

Polresta Malang Kota memastikan pengawasan terhadap jaringan narkotika lintas wilayah akan terus diperkuat melalui sinergi bersama masyarakat.

Selain itu, kepolisian mengimbau warga segera melapor apabila menemukan indikasi peredaran narkoba maupun aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Exit mobile version