Pemerintah Kabupaten Malang-Ucapan Idul Fitri

Kapal Pertamina Segera Keluar dari Selat Hormuz, Posisi Terpantau Menuju Jalur Aman

Iklan

SUARAMALANG.COM, Jakarta – Dua kapal tanker milik PT Pertamina (Persero), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, bersiap meninggalkan kawasan Selat Hormuz setelah memperoleh persetujuan otoritas Iran, dengan posisi terkini terpantau masih berada di jalur pelayaran sekitar perairan Iran menuju koridor keluar yang lebih aman.

Berdasarkan pemantauan peta pelayaran digital VesselFinder, kedua kapal tersebut terlihat berada di sekitar Teluk Persia bagian utara dan mendekati jalur keluar Selat Hormuz, yang menjadi salah satu choke point perdagangan energi global.

Iklan

Kondisi ini menandakan bahwa proses pelintasan tinggal menunggu penyelesaian aspek teknis dan operasional sebelum kapal benar-benar keluar dari kawasan dengan pengawasan ketat tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menegaskan bahwa komunikasi diplomatik dengan Iran telah menunjukkan hasil positif.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran. Saat ini, hal tersebut tengah ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Koordinasi lintas kementerian juga terus diperkuat untuk memastikan keamanan pelayaran dan stabilitas pasokan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik kawasan.

Posisi terkini kapal tanker GAMSUNORO berada di sekitar Teluk Persia bagian utara dan mendekati jalur keluar Selat Hormuz. (foto:vesselfinder)

Posisi Kapal dan Proses Teknis

Secara geografis, posisi tanker Gamsunoro (IMO: 9677313) dan Pertamina Pride (IMO: 9888493) masih berada dalam radius pengawasan otoritas Iran, yang saat ini memegang kendali efektif atas lalu lintas di Selat Hormuz.

Pergerakan kapal cenderung terbatas dan mengikuti jalur pelayaran yang telah ditentukan, sehingga setiap tahap pelintasan harus melalui koordinasi teknis yang ketat.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa seluruh proses ini dikawal secara intensif.

Juru Bicara ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam proses tersebut, termasuk bagi awak kapal.

Prioritas Keselamatan dan Pasokan Energi

Di sisi operasional, Pertamina International Shipping menyiapkan seluruh aspek teknis dan administratif agar pelayaran dapat berlangsung tanpa gangguan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa fokus utama perusahaan adalah menjaga keamanan kapal dan muatannya.

Selain itu, pemerintah juga mulai mengambil langkah strategis dengan mendiversifikasi sumber impor energi guna mengurangi ketergantungan pada kawasan Timur Tengah.

Sepanjang 2025, Pertamina mencatat impor minyak mentah sebesar 135,33 juta barel, dengan sekitar 19 persen berasal dari Arab Saudi, sementara sisanya dipasok dari berbagai kawasan lain.

Langkah ini menjadi bagian dari mitigasi risiko jangka panjang, terutama dalam menghadapi potensi gangguan jalur distribusi energi global seperti yang terjadi di Selat Hormuz saat ini.

Ke depan, kelancaran pelintasan kedua kapal tanker tersebut akan menjadi indikator penting bagi stabilitas distribusi energi Indonesia di tengah tekanan geopolitik kawasan.

Iklan
Iklan
Iklan