Kebakaran Ruang Praktikum Polinema Diduga Dipicu Korsleting Baterai, Kerugian Capai Rp50 Juta

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kebakaran melanda ruang praktikum tugas akhir di lantai tiga Gedung Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang atau Polinema, Senin malam, 11 Mei 2026. Api diduga muncul akibat korsleting internal baterai di dalam ruangan praktikum.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Petugas kepolisian menerima laporan dari relawan yang mengetahui munculnya api dari area gedung kampus.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin mengatakan petugas langsung bergerak menuju lokasi setelah laporan diterima. Polisi berkoordinasi dengan petugas pemadam untuk mengamankan area kampus.

“Petugas gabungan dari Polsek Lowokwaru bersama Damkar Kota Malang langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penanganan,” ujar Lukman, Selasa, 12 Mei 2026.

Api Padam Sebelum Damkar Tiba

Dalam penanganan awal, empat unit mobil pemadam kebakaran dan sejumlah ambulans dikerahkan menuju lokasi. Namun, saat petugas tiba, kobaran api sudah berhasil dipadamkan.

Satpam kampus lebih dulu melakukan pemadaman memakai APAR. Sistem sprinkler di dalam gedung juga aktif sehingga api tidak menjalar ke ruangan lain.

“Api berhasil dipadamkan oleh satpam Polinema memakai APAR dan sprinkler,” terang Lukman.

Polisi memastikan ruangan praktikum dalam kondisi kosong saat kebakaran terjadi. Mahasiswa disebut meninggalkan lokasi sejak sekitar pukul 18.00 WIB.

CCTV Rekam Dugaan Awal Penyebab Kebakaran

Hasil pengecekan rekaman CCTV memperlihatkan percikan api muncul dari baterai di dalam ruangan. Percikan itu kemudian menyambar sejumlah material mudah terbakar di sekitarnya.

“Dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting internal baterai yang memunculkan percikan api,” beber Lukman.

Kepala Pemadam Kebakaran Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan petugas melanjutkan proses pendinginan setelah tiba di lokasi. Tim memastikan tidak ada titik api tersisa di area gedung.

Menurut Pandu, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Namun, beberapa alat praktik dan perangkat operasional mengalami kerusakan berat akibat terbakar.

“Kerugian materi ditaksir mencapai Rp50 juta,” tandasnya.

Exit mobile version