SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Dampak kekeringan di Kabupaten Malang masih dirasakan warga di 14 desa yang tersebar di enam kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Berdasarkan data Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026, total distribusi air bersih sejak 8 Agustus hingga 12 Oktober 2026 mencapai 4.461.600 liter.
Puluhan Desa di 6 Kecamatan Kekurangan Air Bersih
Bantuan tersebut menjangkau sekitar 5.799 kepala keluarga (KK) atau 18.414 jiwa. Enam kecamatan yang terdampak meliputi Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, S.Sos., M.M., menyebut penanganan kekeringan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi dan pemantauan wilayah secara berkelanjutan.
Dalam laporan distribusi pada 11 Oktober 2026, BPBD mencatat penyaluran sebanyak 106.800 liter air bersih menggunakan enam armada dengan total 22 rit pengiriman.
Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, bantuan disalurkan ke Desa Sumberagung sebanyak 5.000 liter, Desa Sitiarjo 20.000 liter, Desa Kedungbanteng 15.000 liter, serta Puskesmas Sitiarjo 5.000 liter.
Sementara itu, di Kecamatan Sumberpucung, Desa Karangkates menerima 14.300 liter. Di Kecamatan Kalipare, distribusi dilakukan ke Desa Kalirejo sebanyak 4.000 liter, Desa Sumberpetung 15.000 liter, dan Desa Arjosari 5.000 liter.
Adapun di Kecamatan Pagak, Desa Pagak menerima bantuan sebanyak 5.000 liter air bersih.
BPBD Menyiapkan Posko Siaga 24 Jam
Selain distribusi air bersih, BPBD Kabupaten Malang mengoperasikan posko siaga selama 24 jam dengan sistem dua sif untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.
Pemantauan dilakukan terhadap 33 kecamatan melalui radio komunikasi repeater VHF/UHF, internet, SMS, WhatsApp, serta layanan call center.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penerimaan informasi dan koordinasi apabila terjadi keadaan darurat.
Dalam penanganan kebakaran, BPBD juga melakukan pengisian suplai air untuk mendukung petugas pemadam kebakaran dalam menangani kebakaran kandang ayam di Arjowinangun, Kecamatan Kalipare.
Bantuan Air Bersih Melibatkan Sejumlah Instansi
Penanganan bencana kekeringan dan karhutla di Kabupaten Malang melibatkan sejumlah unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Malang, PMI, Damkar Kabupaten Malang, PJT I Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, AMCF, Baznas, perangkat desa setempat, Puskesmas Sitiarjo, Buana Solusindo, dan Marva Telekomunikasi.
Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan air bersih sekaligus kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Malang.
Dengan distribusi yang terus dilakukan dan pemantauan selama 24 jam, penanganan diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kekeringan serta mempercepat respons apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
BPBD Kabupaten Malang juga terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak agar penanganan darurat dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Pewarta: *Deni Robi












