Iklan

Kementerian PKP Bahas Pengembangan Kayutangan Heritags Bersama Pemkot Malang

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kawasan Kayutangan Heritage kian mengukuhkan posisinya sebagai ikon penataan kawasan perkotaan di Kota Malang. Keberhasilan tersebut menarik perhatian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang melakukan kunjungan kerja ke Balai Kota Malang untuk membahas pengembangan dan optimalisasi kawasan heritage tersebut.

Dalam pertemuan di Ruang Sidang Balai Kota Malang, jajaran Kementerian PKP menyampaikan apresiasi atas konsep penataan Kayutangan Heritage. Kawasan ini dinilai berhasil menggabungkan aspek pelestarian sejarah, penataan permukiman, hingga pemberdayaan masyarakat. Model pengembangan kawasan ini bahkan dianggap layak direplikasi di daerah lain.

Iklan

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas proses panjang penataan kawasan Kayutangan Heritage yang tidak instan. Ia memaparkan bahwa kawasan ini awalnya ditata sebagai bagian dari penanganan kawasan kumuh perkotaan.

Penataan dilakukan melalui perbaikan lingkungan hunian, peningkatan infrastruktur dasar, pengaturan tata ruang, serta pelestarian bangunan cagar budaya peninggalan kolonial yang masih berdiri di sepanjang koridor Kayutangan.

Penataan Kayutangan Heritage, lanjut Wahyu, dijalankan dengan pendekatan holistik. Selain penegakan regulasi cagar budaya, Pemkot Malang juga mendorong pengembangan destinasi wisata, penyusunan paket wisata, serta aktivasi kawasan sebagai ruang publik dan ekonomi kreatif.

“Inovasi terus kami lakukan karena Kota Malang memiliki keterbatasan wisata alam. Maka potensi kawasan perkotaan berbasis heritage menjadi kekuatan yang kami kembangkan,” ujar Wahyu.

Dalam prosesnya, Pemkot Malang memperkuat kolaborasi heksaheliks yang melibatkan kementerian pusat, perangkat daerah, kelompok sadar wisata (pokdarwis), perbankan, hingga mitra swasta. Sinergi tersebut difokuskan pada penataan kawasan, pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan, penguatan edukasi, serta fasilitasi berbagai kegiatan dan event.

Dampak penataan Kayutangan Heritage pun mulai terlihat nyata. Berdasarkan data Bappeda Kota Malang, sebelum kawasan ini diaktifkan, sebanyak 112 dari 147 bangunan atau sekitar 76,19 persen yang difungsikan sebagai toko dan perkantoran tercatat tutup atau tidak beroperasi.

“Memasuki tahun 2023, jumlah toko dan perkantoran yang masih tutup menurun drastis dan tersisa 44 bangunan atau sebesar 29,93 persen. Penurunan ini terjadi seiring tumbuhnya toko serta kafe atau restoran baru, serta beroperasinya kembali toko-toko lama yang sempat tutup pascapandemi,” jelas Wahyu.

Dari sisi investasi, sektor hotel, restoran, dan jasa juga menunjukkan tren positif. Nilai investasi meningkat dari Rp407 miliar pada 2022 menjadi Rp552 miliar pada 2023 dan terus berlanjut pada tahun berikutnya. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak hotel, restoran, dan hiburan tercatat naik lebih dari 33 persen.

Pergerakan ekonomi tersebut turut didorong meningkatnya kunjungan wisatawan. Wisatawan domestik tercatat menembus angka 99 ribu orang, disusul mulai hadirnya wisatawan mancanegara. UMKM di kawasan permukiman ikut berkembang, sementara tingkat hunian hotel berbintang naik hingga di atas 45 persen.

“Tahun 2024 menjadi momentum penting bagi penataan dan aktivasi Kayutangan Heritage yang dinilai sebagai inovasi unggulan. Kawasan ini berhasil mengantarkan Kota Malang meraih penghargaan Kota Terbaik I dalam Penghargaan Pembangunan Daerah tingkat nasional. Pada tahun yang sama, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang mencapai angka 84, tertinggi di Jawa Timur, serta angka kemiskinan menurun menjadi 4,26 persen,” urai Wahyu.

Prestasi Kayutangan Heritage berlanjut pada 2025 dengan diraihnya Juara I Pokdarwis tingkat nasional melalui Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan pengelolaan wisata berbasis komunitas, tata kelola yang baik, pelestarian nilai heritage, serta pemberdayaan masyarakat.

Menutup paparannya, Wahyu menyebut Kayutangan Heritage semakin mengukuhkan diri sebagai magnet wisata Kota Malang. Selama libur Natal dan Tahun Baru, kunjungan harian mencapai hingga 3.000 orang, meningkat sekitar 100 persen dibandingkan hari biasa.

“Hal ini membuktikan bahwa penataan permukiman dapat menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi sekaligus motor pembangunan daerah. Meski demikian, perjalanan penataan Kayutangan Heritage tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Pemkot Malang akan terus berbenah, menyempurnakan langkah, serta membuka diri terhadap masukan dari berbagai pihak,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah kawasan sangat ditentukan oleh kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dukungan pemerintah pusat.

“Semoga perjalanan penataan Kayutangan Heritage dapat menjadi inspirasi dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah Kementerian PKP,” pungkas Wahyu.

Iklan
Iklan
Iklan