Klemuk Kembali Makan Korban Diduga Rem Blong

SUARAMALANG.COM, Kota Batu – Jalur Klemuk, Kota Batu kembali memakan korban. Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur rawan tersebut pada Selasa sore, 20 Januari 2026, meski akses jalan sudah resmi ditutup dan imbauan larangan melintas berulang kali disampaikan kepada masyarakat.

Peristiwa ini terungkap dari unggahan akun Facebook Infobatusam yang membagikan video detik-detik evakuasi korban. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang pria tergeletak di tumpukan pasir sebelum dievakuasi ke ambulans. Korban terlihat mengenakan baju berwarna biru.

Sepeda motor yang dikendarai korban mengalami kerusakan cukup parah. Bagian depan motor tampak pecah, bahkan pelat nomor terlepas. Kecelakaan ini diduga disebabkan oleh rem blong saat melintasi turunan ekstrem Jalur Klemuk.

“Fakta di lapangan menunjukkan masih ada pengendara yang nekat melintas, padahal jalur tersebut dikenal memiliki turunan panjang, curam, dan berisiko tinggi, terutama bagi kendaraan roda dua. Insiden ini pun kembali menambah daftar kecelakaan di Jalur Klemuk,” tambah keterangan akun Facebook tersebut.

Ningsih, seorang warga Songgoriti yang berada di sekitar lokasi kejadian menjelaskan bahwa Jalur Klemuk sejatinya sudah ditutup untuk akses umum karena tingkat bahayanya yang tinggi.

“Jalur ini sebenarnya sudah ditutup karena sangat berbahaya, terutama untuk kendaraan roda dua. Turunannya curam dan sering terjadi kecelakaan,” ujar warga tersebut.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dan langsung dievakuasi oleh warga bersama petugas untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan serta penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.

“Mengabaikan rambu dan larangan justru membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” demikian imbauan yang disampaikan dalam laporan warga.

Masyarakat juga diimbau untuk mematuhi penutupan Jalur Klemuk, tidak memaksakan melintas di jalur berbahaya, menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan, serta memastikan kondisi kendaraan dan pengendara dalam keadaan prima sebelum bepergian.

Exit mobile version