Lautan Putih 107 Ribu Jemaah Padati Gajayana, Mujahadah Kubro NU di Malang Meluber hingga 4 Km

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Stadion Gajayana, Kota Malang, berubah menjadi lautan putih saat 107 ribu jemaah memadati Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu (7/2/2026). Tak hanya di dalam stadion, ribuan jemaah juga meluber hingga radius 3–4 kilometer dari lokasi acara.

Data panitia mencatat, hingga H-1 pelaksanaan, jumlah kehadiran mencapai 107.049 orang. Angka itu memastikan Gajayana tak lagi sekadar stadion, melainkan titik temu spiritual ribuan Nahdliyin dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Sekretaris PWNU Jawa Timur, M Faqih, mengungkapkan jumlah tersebut berasal dari berbagai elemen NU. “Hingga H1 (7 Februari 2026) tercatat jemaah mencapai 107.049 orang atau kalau dibulatkan mencapai 107 ribu orang dengan 1.283 bus lebih dan ribuan kendaraan lainnya,” kata M Faqih, dikutip Minggu (8/2/2026).

Rinciannya, sebanyak 79.049 jemaah berasal dari Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Timur. Sementara 28.000 lainnya merupakan warga Muslimat NU. Mereka datang menggunakan 1.283 bus, 6.476 mobil, dan 5.413 sepeda motor.

Kapasitas resmi Stadion Gajayana sejatinya hanya sekitar 35.000 orang. Namun antusiasme Nahdliyin jauh melampaui daya tampung tribun.

Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU PWNU Jatim, Maskuri Bakri, menjelaskan panitia sudah mengantisipasi lonjakan tersebut dengan menambah fasilitas di luar stadion.

“Kapasitas Gajayana sesuai konstruksi tribun hanya 35.000 orang, jadi sisanya di luar lapangan. Videotron yang diperbanyak di luar stadion menjadi solusi untuk jemaah yang lebih banyak di luar stadion hingga radius sekitar 3-4 kilometer,” kata Maskuri.

Sejumlah videotron dipasang di berbagai titik agar jemaah di luar stadion tetap bisa mengikuti rangkaian acara dengan khusyuk. Panitia juga membagi kedatangan peserta dalam sembilan zona lengkap dengan penanggung jawab (PIC) untuk menjaga kelancaran dan ketertiban.

Dukungan pengamanan datang dari Polda Jatim, Kodam, serta Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Skema lalu lintas dan pengaturan parkir diterapkan sejak pagi hari untuk menghindari penumpukan kendaraan.

Mujahadah Kubro ini bukan agenda tunggal. Ia menjadi puncak dari rangkaian panjang peringatan satu abad NU yang telah digelar sejak awal Januari 2026.

Beberapa kegiatan sebelumnya antara lain Kick Off dan Sarasehan Pesantren di Universitas Islam Malang (7 Januari), ziarah muassis dan muharrik NU se-Jawa Timur (24 Januari), Hadrah Lailatul Isyari di Masjid Kemayoran Surabaya (29 Januari), hingga pameran lukisan nasional bertema Mangsa Kalasubo di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (30 Januari).

Rangkaian itu menunjukkan peringatan satu abad NU tidak hanya berpusat pada doa bersama, tetapi juga menyentuh aspek budaya, pendidikan, hingga ekonomi.

Memasuki abad kedua, NU juga menegaskan komitmennya pada penguatan ekonomi warga. Salah satu wujudnya melalui Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, dan talkshow tiga pilar ekonomi NU—UMKM, filantropi, serta industri pertanian—yang digelar di Kampung Coklat, Blitar, pada 5–7 Februari 2026.

“Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, dan Talkshow 3 pilar ekonomi NU di Kampung Coklat, Blitar pada 5-7 Februari 2026 merupakan bentuk nyata kehadiran NU dalam kehidupan warganya,” kata Wakil Ketua PWNU Jatim, Hakim Jayli.

Sebanyak 53 gerai ambil bagian dalam pameran tersebut. Produk-produk unggulan Nahdliyin dari sektor pertanian, makanan olahan, hingga UMKM kreatif dipamerkan sebagai simbol kemandirian ekonomi warga.
Tak hanya itu, generasi muda juga diberi ruang melalui Festival GenZINU.

Kegiatan ini menggabungkan tradisi pesantren dengan tantangan era digital.
Koordinator Festival GenZINU, M Noor Harisudin, menyebut ajang tersebut dirancang untuk menjaga kesinambungan tradisi dan inovasi.

“Berbagai lomba yang diadakan itu bertujuan untuk menumbuhkan tradisi yang selama ini ada di pesantren. Untuk teknologi digital juga menjadi keniscayaan ke depan,” kata Noor.

Malam puncak di Stadion Gajayana menjadi simbol kekuatan solidaritas Nahdliyin. Ribuan orang berbusana putih memenuhi lapangan dan tribun, sementara di luar stadion, jemaah tetap khusyuk mengikuti acara melalui layar besar.

Shalawat dan doa bergema, menandai bukan hanya peringatan satu abad perjalanan organisasi, tetapi juga langkah memasuki abad kedua dengan semangat baru.

Angka 107 ribu jemaah bukan sekadar statistik. Ia menjadi cermin soliditas warga NU yang datang dari berbagai penjuru Jawa Timur, menyatu dalam satu mujahadah, satu doa, dan satu harapan untuk masa depan yang lebih kuat.

Sumber: Metrotvnews.com

Exit mobile version