Libur Imlek 2026, Jumlah Penumpang di Stasiun Malang Naik 16 Persen

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kota Malang kembali jadi magnet liburan. Menjelang Tahun Baru Imlek 2557, arus kedatangan di Stasiun Malang melonjak tajam. PT PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan penumpang mencapai 16 persen dibanding akhir pekan biasa.

Data yang dihimpun dari PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya menunjukkan, pada hari pertama libur panjang Imlek, Sabtu (14/2/2026), total ada 6.980 penumpang yang dilayani di Stasiun Malang. Angka itu jauh di atas rata-rata akhir pekan yang biasanya berada di kisaran 6.000 orang.

Manajer Humas Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut kenaikan ini cukup signifikan.

“Pada hari pertama libur panjang Imlek, Stasiun Malang melayani 6.980 pelanggan. Jumlah ini meningkat signifikan 16 persen dibandingkan di luar momen ini,” kata Mahendro, dikutip Antara, Sabtu (14/2/2026).

Menariknya, lonjakan tak hanya terjadi pada keberangkatan. Dari total 6.980 penumpang tersebut, sebanyak 3.417 orang tercatat berangkat dari Stasiun Malang, sementara 3.563 lainnya merupakan penumpang yang tiba.

Dominasi angka kedatangan ini mempertegas posisi Malang sebagai salah satu kota tujuan favorit saat libur panjang. Wisata alam, udara sejuk, hingga ragam kuliner khas masih menjadi daya tarik utama.

Mahendro memprediksi angka itu belum final. “Diperkirakan masih bertambah hingga keberangkatan kereta terakhir malam ini,” ucapnya.

Artinya, potensi penumpang bisa saja menembus angka lebih tinggi hingga penghujung hari.

Secara keseluruhan, selama periode libur panjang Imlek pada 13–17 Februari 2026, Daop 8 Surabaya memperkirakan Stasiun Malang akan melayani 28.063 penumpang. Rinciannya, 14.571 pelanggan berangkat dan 13.492 pelanggan tiba.

Angka ini menunjukkan pergerakan masyarakat yang cukup masif melalui jalur kereta api. Selain praktis dan relatif bebas macet, moda transportasi ini juga dinilai lebih nyaman untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Daop 8 Surabaya mengoperasikan 13 perjalanan kereta api setiap hari dari dan menuju Malang. Total kapasitas yang disiapkan mencapai 6.100 tempat duduk per hari.

Langkah ini dilakukan agar kebutuhan mobilitas masyarakat selama libur Imlek tetap terakomodasi tanpa mengurangi aspek keselamatan dan kenyamanan.

Di tengah tingginya minat perjalanan, KAI memastikan tiket untuk berbagai tanggal dan relasi masih tersedia. Artinya, masyarakat yang belum merencanakan perjalanan tetap punya peluang untuk bepergian menggunakan kereta api.

“Hingga saat ini, tiket untuk berbagai tanggal dan relasi masih tersedia, sehingga masyarakat tetap memiliki kesempatan untuk merencanakan perjalanan dengan aman dan nyaman,” tutup Mahendro.

Exit mobile version