Mahasiswa Doktor UM Kenalkan Riset AI untuk Pendidikan di Konferensi Internasional Belanda

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Dua mahasiswa Program Doktor Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Malang (UM) mempresentasikan riset berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam ajang 11th International Conference on Advanced Research in Education, Teaching, and Learning (ARETL) 2026 di University of Amsterdam, Belanda. Melalui forum internasional tersebut, keduanya memperkenalkan inovasi pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat kolaborasi riset global.

Konferensi yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 itu mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk membahas transformasi pendidikan, digitalisasi pembelajaran, hingga pemanfaatan AI dalam proses belajar mengajar.

Riset AI UM Tawarkan Pembelajaran Lebih Adaptif

Dua mahasiswa doktoral yang tampil sebagai oral speaker adalah I Gede Purwana Edi Saputra dan Rikardus Feribertus Nikat. Mereka mempresentasikan hasil penelitian yang berfokus pada pemanfaatan AI untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.

I Gede Purwana Edi Saputra memaparkan penelitian berjudul Design and Evaluation of Socratic AI-Based Adaptive Scaffolding to Foster Critical Thinking in Secondary Physics Education in Indonesia. Penelitian tersebut mengembangkan virtual learning environment berbasis E-Laboratory yang terintegrasi dengan AI untuk mendukung pembelajaran fisika di tingkat sekolah menengah.

Melalui pendekatan Socratic AI-Based Adaptive Scaffolding, sistem AI tidak memberikan jawaban secara instan, melainkan membimbing peserta didik melalui pertanyaan reflektif yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep secara mandiri.

“Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan guru, tetapi menjadi mitra yang membantu menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif. Melalui pendekatan Socratic, siswa tidak langsung memperoleh jawaban, melainkan dibimbing melalui pertanyaan-pertanyaan yang mendorong mereka berpikir, menganalisis, dan menemukan konsep secara mandiri,” ujar Gede.

Perkuat Kolaborasi dan Reputasi Internasional UM

Sementara itu, Rikardus Feribertus Nikat mempresentasikan penelitian berjudul Artificial Intelligence Perception Acceptance Evaluation Model: Indonesian Students Perspective. Riset tersebut mengkaji persepsi serta tingkat penerimaan peserta didik Indonesia terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran melalui pengembangan model evaluasi yang dapat menjadi acuan bagi sekolah dan perguruan tinggi.

Selama mengikuti ARETL 2026, kedua mahasiswa juga berdiskusi dengan akademisi dari berbagai negara mengenai perkembangan riset pendidikan berbasis AI. Pertukaran gagasan tersebut membuka peluang kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah bereputasi, hingga pengembangan inovasi pembelajaran di Indonesia.

Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari strategi Program Doktor Teknologi Pembelajaran UM dalam memperkuat budaya riset, memperluas jejaring akademik internasional, serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global.

“Forum internasional seperti ini menjadi ruang yang sangat berharga untuk belajar dari para peneliti dunia sekaligus memperkenalkan hasil penelitian yang kami kembangkan di Universitas Negeri Malang. Kami berharap inovasi ini terus disempurnakan melalui kolaborasi internasional sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pembelajaran di Indonesia,” tutur Gede.

Keduanya juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Negeri Malang atas dukungan Program Bantuan Seminar Internasional yang memungkinkan mereka mengikuti konferensi tersebut. Menurut mereka, dukungan itu menjadi investasi penting dalam meningkatkan kualitas riset, memperluas jejaring akademik, dan memperkuat kontribusi UM terhadap pengembangan pendidikan berbasis teknologi. Informasi mengenai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menunjukkan teknologi ini semakin banyak dimanfaatkan untuk mendukung inovasi di berbagai sektor, termasuk pendidikan.

Exit mobile version