SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Brawijaya (UB) memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui kunjungan ke Institute of Science Tokyo, Jepang.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari strategi UB untuk memperluas jejaring global.
Selain itu, universitas juga mengevaluasi implementasi Program Prioritas Bidang Akademik guna meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan internasionalisasi kampus.
Delegasi UB dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., bersama jajaran staf ahli.
Rombongan disambut Assistant Professor Department of Industrial Engineering and Economics, Dr. Eko Heru Prasetyo, serta akademisi diaspora Indonesia, Dr. Wahyu Rahmaniar.
UB Evaluasi Program Internasional dan Perluas Kemitraan Akademik
Pertemuan berlangsung dalam suasana produktif.
Kedua institusi membahas penguatan kerja sama perguruan tinggi, evaluasi program internasional, serta peluang kolaborasi akademik yang lebih luas.
Salah satu agenda utama membahas pengembangan Program Prioritas Bidang Akademik Universitas Brawijaya.
Program tersebut meliputi UB STARS (Student Academic Research and Study Program) dan Program Adjunct Professor.
Dr. Eko Heru Prasetyo mengapresiasi langkah internasionalisasi yang terus dijalankan Universitas Brawijaya.
Selama ini, ia aktif mendampingi mahasiswa UB sebagai co-supervisor melalui Program UB STARS.
Program tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh bimbingan dari dosen dan peneliti bereputasi internasional.
Selain itu, UB STARS membuka peluang mobilitas mahasiswa dan kolaborasi penyelesaian tugas akhir bersama mitra luar negeri.
Melalui program tersebut, UB ingin meningkatkan kompetensi global mahasiswa sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.
Pertemuan juga membahas Program Adjunct Professor.
Program itu menghadirkan profesor dan akademisi luar negeri untuk berkolaborasi dalam pengajaran, penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan jurnal internasional, serta peningkatan reputasi akademik universitas.
UB Dorong Kerja Sama Berbasis Institusi
Dalam diskusi tersebut, Dr. Eko menilai hubungan akademik antara kedua institusi berkembang dengan baik.
Namun, menurutnya, sebagian besar kolaborasi masih bergantung pada hubungan personal antar dosen.
“Selama ini kerja sama yang terjalin masih banyak bertumpu pada hubungan personal antar dosen. Ke depan, saya berharap kolaborasi ini dapat ditingkatkan menjadi kerja sama yang lebih terstruktur pada tingkat institusi sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak mahasiswa, dosen, dan kedua universitas,” ujar Eko.
Menanggapi hal itu, Prof. Imam Santoso mengapresiasi kontribusi diaspora Indonesia dalam mendukung pengembangan Universitas Brawijaya di tingkat internasional.
“Kami mengucapkan terima kasih atas berbagai masukan dan umpan balik yang sangat konstruktif terhadap pelaksanaan Program Prioritas Bidang Akademik Universitas Brawijaya. Keterlibatan diaspora Indonesia seperti Bapak Eko Heru Prasetyo dan Ibu Wahyu Rahmaniar menjadi modal penting untuk memperkuat kolaborasi akademik yang lebih berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan, riset, serta internasionalisasi Universitas Brawijaya,” ungkap Prof. Imam.
Melalui kunjungan ini, Universitas Brawijaya menegaskan komitmennya memperkuat implementasi Program Prioritas Bidang Akademik.
Selain itu, UB terus mendukung pencapaian visi sebagai World Class Entrepreneurial University.
Ke depan, UB akan memperluas jejaring dengan diaspora Indonesia dan perguruan tinggi bereputasi dunia.
Langkah tersebut diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas kolaborasi riset, mendorong mobilitas sivitas akademika, serta memperkuat posisi UB dalam berbagai pemeringkatan internasional.
Pada akhir pertemuan, kedua institusi sepakat memperkuat kerja sama berbasis kelembagaan.
Dengan demikian, kolaborasi yang selama ini bersifat personal dapat berkembang menjadi kemitraan yang lebih strategis, terstruktur, dan berkelanjutan.
