SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Menjelang Ramadan 2026, suasana religius mulai terasa di berbagai daerah di Jawa Timur. Salah satu tradisi yang kembali ramai digelar adalah megengan. Tradisi ini menjadi penanda bahwa bulan suci tinggal menghitung hari.
Bagi masyarakat Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang, megengan bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Ada makna spiritual dan sosial yang mengakar kuat di dalamnya.
Apa Itu Megengan?
Megengan merupakan tradisi masyarakat Jawa, khususnya di Jawa Timur, dalam menyambut datangnya bulan Ramadan. Tradisi ini biasanya digelar pada akhir bulan Sya’ban, beberapa hari sebelum 1 Ramadan.
Kata megengan berasal dari bahasa Jawa “megeng” yang berarti menahan. Filosofinya selaras dengan esensi puasa, yakni menahan hawa nafsu, lapar, dan dahaga.
Di sejumlah daerah seperti Kabupaten Malang, Surabaya, hingga Pasuruan, megengan masih rutin dilakukan setiap tahun. Tradisi ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus persiapan batin menyongsong bulan penuh berkah.
Megengan identik dengan doa bersama dan pembagian makanan. Biasanya warga menggelar selamatan sederhana di masjid, musala, atau rumah masing-masing.
Beberapa kegiatan yang umum dilakukan antara lain:
• Membaca tahlil dan doa bersama
• Berbagi kue apem sebagai simbol permohonan ampun
• Bersedekah kepada tetangga atau warga sekitar
• Saling meminta maaf sebelum memasuki Ramadan
Kue apem sendiri memiliki makna simbolik. Kata “apem” diyakini berasal dari bahasa Arab “afwan” yang berarti maaf. Karena itu, tradisi ini kerap dimaknai sebagai momen saling memaafkan sebelum menjalani ibadah puasa.
Di sejumlah desa, megengan juga diramaikan dengan kirab budaya atau pembagian makanan dalam jumlah besar kepada masyarakat.
Awal Ramadan 2026 Diprediksi Kapan?
Pelaksanaan megengan tentu menyesuaikan dengan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki dengan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Sementara Nahdlatul Ulama (NU) masih menunggu hasil rukyatul hilal di akhir Sya’ban. Berdasarkan Almanak NU, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Pemerintah melalui Kementerian Agama juga belum mengumumkan keputusan resmi dan akan menetapkannya melalui sidang isbat. Namun dalam Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kemenag, awal puasa diprediksi pada Kamis, 19 Februari 2026.
Dengan perkiraan tersebut, tradisi megengan kemungkinan besar digelar sekitar 16–18 Februari 2026, tergantung hasil penetapan resmi.
