SUARAMALANG.COM, Malang–Bukan cuma bikin rugi waktu dan tenaga, modus ini juga bisa berujung pada pembajakan akun hingga hilangnya saldo jika pengemudi lengah.
Melihat kasus yang masih sering terjadi, Komunitas Rider KOMPAS (Komunitas Pengemudi Shopee Malang Raya) membagikan panduan lengkap agar para driver lebih waspada saat menerima pesanan.
Panduan tersebut dirangkum berdasarkan pedoman resmi dari Pusat Bantuan Shopee dan disusun dengan bahasa yang mudah dipahami oleh seluruh anggota komunitas.
Ojol Jadi Korban Order Palsu
Ketua Komunitas Rider KOMPAS Malang Raya, Rochmad Choirul Anam mengatakan masih banyak pengemudi, terutama yang baru bergabung, belum memahami cara membedakan pesanan asli dan pesanan fiktif. Akibatnya, tidak sedikit yang mengalami kerugian karena langsung berangkat tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.
Menurutnya, langkah pertama yang wajib dilakukan setiap menerima order adalah menghubungi pelanggan melalui fitur chat di aplikasi.
Driver disarankan tidak langsung menuju lokasi sebelum mendapatkan kepastian bahwa pesanan benar-benar dibuat oleh pelanggan yang bisa dihubungi.
Apabila pesan hanya berstatus dibaca tanpa ada balasan, atau bahkan tidak mendapat respons sama sekali, pengemudi diminta menunggu beberapa menit.
Tips Mengantisipasi Orde Fiktif
Langkah sederhana ini dinilai mampu mengurangi risiko terjebak dalam pesanan palsu yang umumnya menggunakan metode pembayaran Cash on Delivery (COD).
Jika pelanggan memberikan respons, pengemudi juga dianjurkan meminta pelanggan membagikan lokasi terkini atau live location.
Cara ini dianggap menjadi salah satu metode paling efektif untuk memastikan keberadaan pemesan sekaligus mencocokkan alamat tujuan.
Sebaliknya, apabila pelanggan menolak membagikan lokasi terkini tanpa alasan yang jelas, pengemudi diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tersebut menjadi salah satu indikator kuat bahwa pesanan berpotensi fiktif.
Selain itu, komunitas juga mengingatkan adanya modus lain yang kini semakin sering digunakan pelaku kejahatan digital.
Pengemudi harus berhati-hati apabila tiba-tiba dihubungi menggunakan nomor lain di luar aplikasi atau menerima tautan mencurigakan dengan alasan verifikasi akun, pelengkapan data, maupun proses pembayaran.
Ojol Jangan Membuka Tautan Tidak Dikenal
Dalam situasi seperti itu, pengemudi diimbau untuk tidak membuka tautan yang tidak dikenal, tidak memberikan kode OTP kepada siapa pun, serta tidak mengisi data pribadi melalui situs yang dikirimkan oleh pihak yang tidak jelas.
Modus tersebut merupakan salah satu cara yang paling sering digunakan pelaku untuk mengambil alih akun pengemudi.
Jika akun berhasil diretas, bukan hanya saldo yang terancam hilang, tetapi juga akses terhadap akun kerja sehingga kerugian bisa semakin besar.
Tak hanya soal pencegahan, Komunitas Rider KOMPAS juga memberikan edukasi mengenai langkah yang harus dilakukan apabila pengemudi benar-benar menjadi korban pesanan fiktif.
Pengemudi Ojol Bisa Ajukan Klaim
Selama pesanan masih aktif, pengemudi dapat mengajukan klaim melalui fitur pengajuan klaim pesanan fiktif yang telah disediakan di aplikasi.
Sayangnya, masih banyak driver yang belum mengetahui prosedur tersebut. Tidak sedikit yang akhirnya memilih menanggung sendiri kerugian karena mengira tidak ada mekanisme penggantian atau bantuan dari platform.
Untuk mempermudah anggotanya, Komunitas Rider KOMPAS telah membagikan akses menuju tautan resmi Pusat Bantuan Shopee melalui grup komunitas.
Dengan begitu, pengemudi tidak perlu kebingungan mencari menu bantuan atau berpindah-pindah halaman saat ingin mengajukan laporan maupun klaim.
“Kami menyusun panduan ini agar seluruh anggota lebih mudah memahami langkah yang benar ketika menerima pesanan. Selain itu, kami juga memberikan akses langsung ke tautan resmi supaya proses klaim bisa dilakukan dengan cepat, praktis, dan aman,” ujar Rochmad
Komunitas Rider KOMPAS Malang Raya sendiri terus berupaya menjadi wadah berbagi informasi sekaligus tempat saling membantu bagi para pengemudi Shopee di wilayah Malang Raya.Melalui edukasi yang rutin diberikan, anggota diharapkan semakin peka terhadap berbagai modus penipuan yang terus berkembang.
Ojol Bisa Memahami Prosedur Klaim Order Fiktif
Sejak panduan tersebut disebarkan, banyak anggota mengaku lebih memahami ciri-ciri pesanan fiktif, mengetahui langkah verifikasi yang benar, hingga memahami prosedur pelaporan apabila mengalami kendala di lapangan.
Komunitas berharap seluruh pengemudi tidak mudah terburu-buru saat menerima order.Pengetahuan dan kewaspadaan menjadi benteng pertama untuk menghindari kerugian.
Dengan mengikuti prosedur yang benar, memanfaatkan fitur resmi di aplikasi, serta saling berbagi informasi melalui komunitas, para driver dapat bekerja dengan lebih tenang, aman, dan terhindar dari berbagai modus penipuan yang semakin marak.
Pewarta: * MS Al Katiri
