SUARAMALANG.COM, Malang – Nestlé Indonesia melalui Pabrik Kejayan menyerahkan bantuan mesin bubut (lathe machine) kepada Politeknik Negeri Malang (Polinema), Kamis (21/5/2026). Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan keterampilan generasi muda vokasi agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri kerja modern.
Penyerahan bantuan tersebut memperkuat kolaborasi antara dunia industri dan institusi pendidikan vokasi di Jawa Timur. Selain mendukung fasilitas praktik mahasiswa, kerja sama ini juga diarahkan untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan industri.
Program Nestlé Needs YOUth Dukung Pendidikan Vokasi
Melalui program global Nestlé Needs YOUth, perusahaan mendorong pengembangan keterampilan, akses peluang kerja, dan kesiapan karier generasi muda. Program ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan talenta lokal melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi kerja.
Factory Manager Nestlé Indonesia Pabrik Kejayan, Imelda Mayasari, mengatakan perusahaan percaya generasi muda memiliki peran penting dalam membentuk masa depan industri dan masyarakat.
“Di Nestlé, kami percaya bahwa generasi muda memegang peran penting dalam membentuk masa depan. Melalui inisiatif seperti ini, kami berupaya membuka lebih banyak peluang bagi talenta muda untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Selain itu, Nestlé menilai penguatan pendidikan vokasi penting untuk menciptakan lulusan yang siap masuk dunia kerja. Karena itu, perusahaan mendukung proses pembelajaran yang lebih aplikatif melalui fasilitas praktik industri.
Kolaborasi Nestlé Indonesia dan Polinema Malang
Donasi mesin bubut tersebut menjadi bagian dari kemitraan berkelanjutan antara Nestlé Indonesia dan Polinema. Sebelumnya, kedua pihak telah bekerja sama dalam sejumlah program pengembangan keterampilan tenaga kerja.
Kolaborasi itu meliputi pelatihan autonomous operator serta program upskilling operator yang melibatkan Polinema sebagai mitra strategis pendidikan vokasi. Langkah tersebut dilakukan agar kompetensi lulusan lebih selaras dengan kebutuhan industri manufaktur modern.
Di sisi lain, pendekatan ini juga sejalan dengan prinsip Creating Shared Value (CSV) yang menjadi fondasi bisnis Nestlé. Melalui prinsip tersebut, perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Mesin Bubut Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa Polinema
Direktur Politeknik Negeri Malang, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., menyambut positif dukungan dari Nestlé Indonesia. Menurutnya, fasilitas praktik tambahan akan memperkuat kualitas pembelajaran mahasiswa di lingkungan kampus vokasi.
Ia menjelaskan mesin bubut tersebut dapat membantu mahasiswa memperoleh pengalaman praktik yang lebih dekat dengan kondisi industri nyata. Dengan begitu, mahasiswa memiliki kesiapan kerja yang lebih baik setelah lulus.
Selain memperkuat keterampilan teknis, kolaborasi industri dan kampus dinilai penting dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.
Pendidikan Vokasi dan Kebutuhan Industri Modern
Penguatan pendidikan vokasi saat ini menjadi salah satu kebutuhan utama dalam menghadapi persaingan tenaga kerja yang semakin kompetitif. Dunia industri membutuhkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dan pengalaman praktik.
Karena itu, sinergi antara industri dan perguruan tinggi vokasi dinilai menjadi langkah strategis untuk menciptakan talenta muda yang siap kerja, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi industri.
