SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kebingungan orang tua dalam mendampingi anak menentukan jurusan kuliah masih menjadi persoalan umum menjelang kelulusan SMA. Situasi itu dirasakan langsung oleh banyak keluarga yang datang ke Universitas Brawijaya Education Expo (Edu Expo UB) 2026 di Gedung Samantha Krida, Malang, pada 22–25 Januari 2026.
Melalui pameran dan layanan konsultasi langsung dari berbagai fakultas, ajang ini menjadi ruang dialog terbuka antara perguruan tinggi, siswa, dan orang tua. Informasi yang selama ini terasa abstrak kini bisa dipahami secara konkret, mulai dari karakter jurusan hingga peluang pengembangan di masa depan.
Salah satu pengunjung, Yayuk Noviati, orang tua siswa SMA Negeri 1 Pandaan, Kabupaten Pasuruan, mengaku mendapat gambaran yang jauh lebih utuh setelah datang langsung ke lokasi. Menurutnya, Edu Expo UB tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga orang tua yang selama ini kerap diliputi keraguan dalam mendampingi pilihan pendidikan anak.
“Awalnya kami masih cukup bingung, terutama dalam menentukan jurusan yang benar-benar sesuai dengan kemampuan dan minat anak. Namun setelah datang langsung ke sini, kami bisa bertanya secara detail ke masing-masing stan, sehingga gambaran itu menjadi jauh lebih jelas,” ujarnya.
Yayuk menjelaskan, anaknya memiliki kecenderungan akademik yang menonjol, khususnya di bidang matematika. Namun, menurutnya, nilai akademik saja tidak cukup menjadi penentu masa depan pendidikan. Ada banyak aspek lain yang perlu dipertimbangkan, mulai dari minat, karakter, hingga rencana jangka panjang.
Melalui diskusi langsung dengan perwakilan fakultas dan pemaparan dari narasumber, ia mengaku mendapatkan sudut pandang baru dalam melihat potensi anaknya.
“Di sini dijelaskan bahwa memilih jurusan harus melihat potensi jangka panjang. Anak jadi lebih memahami apa yang ingin ia capai ke depan, dan kami sebagai orang tua juga jadi lebih yakin untuk mendukung pilihannya,” katanya.
Yayuk menilai pendekatan tatap muka seperti ini jauh lebih efektif dibandingkan sekadar membaca brosur atau mencari informasi secara daring. Interaksi dua arah memungkinkan orang tua dan siswa mengajukan pertanyaan secara spesifik sesuai kebutuhan masing-masing.
Menurut Yayuk, banyak siswa SMA sebenarnya memiliki potensi besar, namun masih ragu melangkah karena minimnya informasi yang komprehensif. Edu Expo UB dinilai mampu menjembatani kesenjangan tersebut dengan menghadirkan penjelasan langsung mengenai dunia perkuliahan dan prospek karier.
“Anak-anak seusia SMA itu masih dalam tahap mencari jati diri. Kegiatan seperti ini sangat membantu mereka untuk mengenal pilihan-pilihan yang realistis dan sesuai dengan kondisi masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, peran orang tua dalam proses ini bukan sebagai penentu utama, melainkan pendamping yang memberikan dukungan dan arahan. Keputusan akhir, kata dia, tetap harus berasal dari anak agar proses belajar dijalani dengan penuh tanggung jawab.
“Harapan kami sederhana, semoga anak bisa diterima di perguruan tinggi yang diinginkan dan menjalani prosesnya dengan sungguh-sungguh. Orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik,” tuturnya.
Sebagai informasi, Edu Expo UB 2026 menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran fakultas, pemaparan program studi, hingga layanan konsultasi pendidikan. Kegiatan ini dirancang untuk membantu siswa SMA/SMK sederajat beserta orang tua dalam mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi masuk perguruan tinggi.
Yayuk berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah dari berbagai daerah. Menurutnya, dampak positif Edu Expo UB terasa nyata dalam membantu keluarga merencanakan masa depan pendidikan anak secara lebih matang.
“Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan, karena sangat membantu kami sebagai orang tua dalam mendampingi anak menentukan masa depannya,” tutup Yayuk.
