SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperkuat pengembangan koperasi pertanian melalui penandatanganan Rencana Kegiatan Tahunan bersama Stichting Agriterra, organisasi nirlaba asal Belanda.
Penandatanganan berlangsung di Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (6/7/2026).
Melalui kerja sama tersebut, Pemkab Malang ingin meningkatkan kapasitas kelembagaan koperasi sekaligus mendorong kesejahteraan petani.
Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menghadiri penandatanganan bersama Country Manager Agriterra Arsiya Isrina Wenty Octisdah, jajaran perangkat daerah, serta pengurus Koperasi Produsen Multipihak Bhakti Mulia Sejahtera.
Selain itu, kedua pihak menjadikan kerja sama ini sebagai langkah memperkuat sektor pertanian melalui tata kelola usaha yang profesional, berdaya saing, dan berorientasi pasar.
Pemkab Malang Perkuat Kelembagaan Petani
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Malang menegaskan penandatanganan tersebut bukan sekadar agenda seremonial.
Menurutnya, kerja sama itu menunjukkan komitmen bersama untuk membangun sektor pertanian yang berkelanjutan.
“Pembangunan pertanian tidak cukup hanya berbicara tentang peningkatan hasil panen. Petani juga harus memiliki kelembagaan yang kuat, akses pasar yang lebih luas, kemampuan mengelola usaha secara profesional, serta memperoleh nilai tambah dari setiap komoditas yang mereka hasilkan,” ujar Lathifah Shohib.
Ia menjelaskan Kabupaten Malang memiliki potensi besar di sektor pertanian.
Wilayah seluas lebih dari 3.500 kilometer persegi itu memiliki kondisi agroklimat yang beragam.
Selain itu, Kecamatan Ngantang telah berkembang sebagai salah satu sentra produksi bawang merah di Jawa Timur.
Menurut Lathifah, potensi tersebut harus didukung kelembagaan petani yang kuat.
Dengan demikian, petani dapat meningkatkan produktivitas, memperbaiki efisiensi usaha, menjaga kualitas hasil panen, serta menghadapi persaingan pasar.
Pemkab Malang juga menetapkan lima arah utama dalam kerja sama tersebut.
Kelima arah itu meliputi penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan, peningkatan kapasitas petani, pengembangan pertanian modern, penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan, dan regenerasi petani.
Agriterra Siap Dampingi Koperasi Lebih Profesional
Country Manager Agriterra, Arsiya Isrina Wenty Octisdah, menilai Kabupaten Malang memiliki potensi besar untuk mengembangkan koperasi pertanian yang profesional.
Karena itu, Agriterra berkomitmen melanjutkan pendampingan kepada koperasi agar mampu menjadi lembaga ekonomi yang kuat.
“Kami bersama Pemerintah Kabupaten Malang ingin memperkuat kapasitas koperasi agar memiliki tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan anggotanya. Melalui pendampingan berkelanjutan, koperasi diharapkan mampu meningkatkan akses pasar, memperkuat manajemen usaha, serta menciptakan nilai tambah bagi produk pertanian,” jelas Arsiya.
Ia menambahkan program pendampingan tidak hanya berfokus pada kelembagaan koperasi.
Agriterra juga akan membantu pengembangan kepemimpinan, tata kelola organisasi, perencanaan bisnis, manajemen keuangan, dan perluasan jejaring kemitraan.
Sementara itu, Wakil Bupati Malang berharap kolaborasi tersebut menjadi investasi jangka panjang bagi sektor pertanian.
Menurutnya, sektor pertanian harus berkembang menjadi usaha yang modern, menguntungkan, dan mampu menarik minat generasi muda.
“Semoga kolaborasi ini menjadi awal lahirnya berbagai inovasi dan penguatan kelembagaan koperasi yang mampu meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah, memperluas kesejahteraan petani, sekaligus memperkokoh posisi Kabupaten Malang sebagai salah satu lumbung pertanian dan hortikultura unggulan di Indonesia,” tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, Pemkab Malang dan Agriterra menargetkan lahirnya koperasi yang semakin mandiri dan profesional.
Selain itu, kedua pihak ingin memperkuat daya saing komoditas pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
