Pemkab Malang Jadikan Koridor Kepanjen–Pagak hingga JLS Proyek Percontohan Infrastruktur Terpadu

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mulai menyiapkan konsep Koridor Terpadu sebagai strategi baru mempercepat pembangunan infrastruktur secara lebih terarah dan berkelanjutan. Sebagai tahap awal, ruas Kepanjen–Pagak hingga Jalur Lintas Selatan (JLS) ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk mengintegrasikan pembangunan jalan dengan berbagai pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan.

Melalui pendekatan tersebut, pembangunan tidak lagi dilakukan secara terpisah di berbagai titik, melainkan difokuskan pada satu koridor secara utuh agar mampu menghubungkan kawasan pendidikan, pertanian, perkebunan, perikanan, hingga sektor pariwisata.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan konsep Koridor Terpadu saat ini tengah disusun bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang dan akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) agar seluruh program pembangunan berjalan selaras.

Koridor Kepanjen–Pagak Dipilih Jadi Percontohan

Khairul menjelaskan, koridor Kepanjen–Pagak dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang lengkap dan dinilai mampu menjadi pengungkit pertumbuhan kawasan selatan Kabupaten Malang.

“Sekarang yang jadi pilot project kita itu ruas Kepanjen–Pagak. Kepanjen–Pagak sampai JLS itu harus tuntas, termasuk sirip-sirip di sekitarnya,” ujar Khairul.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya difokuskan pada jalan utama, tetapi juga mencakup ruas-ruas penghubung menuju kawasan strategis sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Di sepanjang koridor tersebut terdapat berbagai pusat aktivitas yang memerlukan dukungan infrastruktur jalan, mulai dari kawasan pendidikan, sentra pertanian, perkebunan, hingga akses menuju kawasan pesisir selatan.

“Di situ nanti ada Universitas Brawijaya. Kemudian ada SMA Taruna. Terus ada beberapa produk kita untuk perkebunan, tebu, jagung, pertanian, sawah segala macam. Fokuskan di sana dulu,” katanya.

Koridor tersebut nantinya juga akan terhubung hingga Jalur Lintas Selatan yang selama ini menjadi akses penting menuju kawasan perikanan dan wilayah pesisir Kabupaten Malang.

“Nanti akan keluar konsepnya sampai berakhir ke JLS. Sepanjang jalan itu menghasilkan kekayaan, perikanannya luar biasa,” ujarnya.

Pembangunan Tidak Lagi Bersifat Sporadis

Khairul menilai pola pembangunan infrastruktur selama ini masih didominasi usulan yang bersifat parsial atau sporadis dari masing-masing desa. Akibatnya, penyelesaian pembangunan sering kali tidak tuntas karena hanya menyasar sebagian kebutuhan infrastruktur.

“Selama ini usulan di desa terkadang masih sporadis sehingga hasilnya tidak tuntas. Ke depan, pembangunan tidak hanya berfokus pada jaringan jalan dan jembatan, tetapi seluruh infrastruktur harus ditangani secara terpadu agar penyelesaiannya lebih optimal,” jelasnya.

Melalui konsep Koridor Terpadu, pemerintah daerah ingin mengubah pola perencanaan dengan menetapkan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan kawasan secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan usulan yang berdiri sendiri.

Khairul menegaskan konsep baru tersebut tidak selalu membutuhkan tambahan anggaran. Menurutnya, perubahan utama justru terletak pada strategi perencanaan sehingga anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.

“Kita menggunakan anggaran yang ada sekarang ini, tetapi konsepnya yang harus saya ubah. Pekerjaan rutin harus jelas arahnya ke mana. Harus fokus, fokus, fokus sampai tuntas,” tegasnya.

Diharapkan Percepat Pertumbuhan Wilayah Selatan

Selain meningkatkan konektivitas antardaerah, konsep Koridor Terpadu diharapkan mampu memperkuat distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hingga mendukung pengembangan kawasan pendidikan dan pariwisata di Kabupaten Malang.

Apabila proyek percontohan di ruas Kepanjen–Pagak hingga Jalur Lintas Selatan berjalan sesuai rencana, Pemkab Malang akan menerapkan pola serupa pada koridor-koridor strategis lainnya sebagai upaya mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.

Exit mobile version