Peringatan Isra Mikraj di Tajinan, Bupati Malang Hadiri Ngaji Bareng Gus Iqdam

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Ribuan jamaah memadati Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Sabtu (31/1/2026) malam, dalam kegiatan Ngaji Bareng bersama pendakwah muda asal Blitar, Gus Muhammad Iqdam. Acara ini digelar untuk memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sekaligus tasyakuran petani jagung Advanta, dan berlangsung khidmat dengan partisipasi lintas unsur pemerintahan serta masyarakat.

Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., anggota DPRD Kabupaten Malang, jajaran perangkat daerah, Forkopimcam Tajinan, perwakilan CV Sayap Mas Nusantara, serta Jamaah Sabilu Taubah dari berbagai wilayah. Kehadiran ribuan warga sejak sore hari mencerminkan kuatnya antusiasme masyarakat terhadap majelis keagamaan yang menghadirkan figur dakwah populer di kalangan generasi muda.

Majelis Sholawat dan Refleksi Isra Mikraj

Sejak awal acara, suasana religius terasa kuat melalui lantunan sholawat yang menggema di area kegiatan. Bupati Malang tampak membaur bersama jamaah, mengikuti sholawat dalam suasana penuh ketenangan dan persaudaraan. Momentum Isra Mikraj dimaknai sebagai ruang refleksi spiritual, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi kehidupan sosial masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Malang menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj harus menjadi pengingat nilai-nilai dasar keislaman yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. “Saya juga mengajak masyarakat Kabupaten Malang untuk menjadikan nilai-nilai Isra’ Mir’aj sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam aspek beribadah, akhlak, maupun kepedulian sosial,” ujar Sanusi pada Sabtu malam.

Ia menambahkan, majelis sholawat dan ngaji bersama memiliki peran strategis dalam mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat. Kegiatan semacam ini dinilai mampu menjadi penyeimbang di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

Dakwah Gus Iqdam dan Antusiasme Jamaah

Kehadiran Gus Iqdam bersama Jamaah Sabilu Taubah disambut antusias oleh ribuan jamaah yang memadati lokasi. Dengan gaya dakwah yang sederhana dan komunikatif, ia menyampaikan pesan keagamaan yang menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjaga akhlak, serta merawat persaudaraan tanpa sekat perbedaan.

Pendekatan dakwah yang membumi membuat pesan-pesan yang disampaikan mudah diterima berbagai kalangan, termasuk generasi muda dan masyarakat pedesaan. Selain penguatan spiritual, kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan sosial yang mempererat ikatan antarwarga.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Malang juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan keagamaan yang dinilai mampu menghadirkan keteduhan dan semangat kebersamaan. “Majelis sholawat ini bukan hanya tentang lantunan doa, tetapi juga tentang menyatukan hati, menumbuhkan keteduhan, dan memperkuat semangat kebaikan bersama,” katanya.

Melalui majelis Ngaji Bareng ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh penguatan spiritual, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kebersamaan dan kepedulian sosial. Di tengah kehidupan yang kian dinamis, kegiatan keagamaan semacam ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai spiritual tetap relevan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Malang.

Exit mobile version