Profil Ariyo Windutomo, Jenderal TNI yang Ditunjuk Prabowo Jadi Plt KSP

Letjen TNI Ariyo Windutomo ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Plt Kepala Staf Kepresidenan pada 4 November 2026. (Foto: Istimewa)

SUARAMALANG.COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Rabu (4/11/2026). Penunjukan ini dilakukan setelah Prabowo menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) pemberhentian Listyo Sigit Prabowo dari jabatan tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keputusan itu dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta. Ariyo ditugaskan untuk sementara mengisi kekosongan jabatan Kepala KSP.

Sebelum mendapat penugasan tersebut, Ariyo menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres). Ia menjadi salah satu perwira tinggi TNI yang memiliki pengalaman di lingkungan Kementerian Pertahanan sekaligus menjalankan tugas di lingkaran pemerintahan pusat.

Lulusan Akmil 1996 dan Pernah Bertugas di Kemhan

Ariyo Windutomo merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1996. Ia satu angkatan dengan Mayjen TNI Deddy Suryadi, yang menjabat Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro.

Dalam perjalanan karier militernya, Ariyo pernah menjalankan tugas di lingkungan satuan teritorial TNI Angkatan Darat. Ia tercatat pernah menjabat Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0508/Depok sekitar 2011–2012 dan bertugas di Staf Teritorial Kodam XVII/Cenderawasih.

Kariernya kemudian berkembang ke lingkungan Kementerian Pertahanan. Ariyo pernah menduduki posisi Analis Madya Biro Kepegawaian dan Kepala Bagian Kepegawaian. Ia selanjutnya dipercaya menjadi Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan.

Pada 2022, Ariyo memperoleh pangkat brigadir jenderal saat menjabat Kepala Biro Umum Setjen Kemhan. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Kepala Satuan Pengawas Universitas Pertahanan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum masuk ke lingkungan Sekretariat Presiden.

Menjadi Kasetpres pada 2024

Nama Ariyo semakin dikenal setelah dipercaya menjadi Kepala Sekretariat Presiden pada akhir November 2024. Ia dilantik pada Jumat, 29 November 2024, menggantikan Heru Budi Hartono.

Dalam posisi tersebut, Ariyo menjalankan tugas di lingkungan Sekretariat Presiden yang mendukung kegiatan kepresidenan. Pangkatnya kemudian meningkat menjadi letnan jenderal atau jenderal bintang tiga.

Ariyo juga tercatat dalam daftar perwira tinggi TNI yang mengalami mutasi pada akhir Oktober 2024. Penugasan sebagai Kasetpres memperluas pengalamannya dari lingkungan pertahanan dan militer ke tugas administratif kepresidenan.

Ditunjuk Mengisi Kekosongan Kepala KSP

Penunjukan Ariyo sebagai Plt KSP berlangsung setelah Listyo Sigit Prabowo diberhentikan dari jabatan tersebut. Pemberhentian itu menyusul penetapan Listyo sebagai tersangka dalam perkara dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lain.

Dalam perkara yang diumumkan Bareskrim Polri pada 3 November 2026 tersebut, dua perwira tinggi Polri lainnya, yakni Irjen Ahrie Sonta Nasution dan Irjen Eko Hadi Santoso, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Penyidik menduga terdapat penyadapan nomor telepon tanpa prosedur yang semestinya, serta penghapusan berkas elektronik terkait sistem penyadapan. Penyidikan masih berlangsung sehingga dugaan tindak pidana tersebut tetap harus dipandang sebagai perkara yang belum memperoleh putusan pengadilan.

Dengan pengalaman di Kementerian Pertahanan dan Sekretariat Presiden, Ariyo kini mendapat tanggung jawab sementara untuk menjalankan fungsi Kepala KSP. Penugasan tersebut berlaku sebagai langkah mengisi kekosongan jabatan sampai ada keputusan lebih lanjut dari Presiden.

Exit mobile version