SUARAMALANG.COM, KOTA MALANG – Ratusan hewan hias dari berbagai jenis meramaikan Piala Rektor Satwa Brawijaya 2026 yang digelar Universitas Brawijaya (UB). Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis UB ke-64 ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, juga menjadi sarana edukasi dan pengenalan keanekaragaman satwa kepada masyarakat
Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi dengan PT Calon Popan Indonesia dan CP Petindo, serta melibatkan enam asosiasi pecinta dan penghobi satwa.
Ketua Panitia, Dr. Asri Nurul Huda, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan beragam jenis satwa sekaligus mendorong kepedulian terhadap pelestariannya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan keanekaragaman satwa yang kita miliki sekaligus mendorong upaya pelestariannya,” ujar Asri.
Enam Asosiasi Terlibat Dalam Lomba
Enam asosiasi yang terlibat meliputi komunitas ayam hias, Fancy Pigeon Community, Serama Malang Lovers (Semalof), Indonesia Cat Association, Himpunan Ayam Pelung Indonesia (Hipapi), serta Malang Glow Exotic (MAGE) yang bergerak di bidang hewan eksotik.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pendaftar di berbagai kategori. Kontes kucing diikuti sekitar 85 peserta, sedangkan kategori merpati hias mencatat sekitar 400 pendaftar yang terbagi dalam 44 kategori.
Berbagai jenis ayam hias, termasuk ayam pelung dan ayam serama, juga dipertandingkan sesuai kategori yang ditetapkan masing-masing asosiasi.
Salah satu peserta, Aripin, penghobi ayam asal Kediri, turut meramaikan kompetisi dengan membawa ayam Sultan. Ia juga memperkenalkan Dora Dori Naira Farm yang telah digelutinya selama sekitar 15 tahun.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Aripin dalam menekuni dunia ayam hias. Ia berharap masyarakat yang tertarik memelihara ayam hias dapat mengenal lebih jauh jenis dan perawatannya.
Bagi masyarakat yang berminat memelihara atau mendalami hobi ayam hias, Aripin mempersilakan untuk berkunjung ke Kediri.
Selain kompetisi ayam, merpati, dan kucing, kegiatan ini juga menghadirkan pameran satwa eksotik, seperti reptil, kura-kura, musang, dan burung hantu.
Berbeda dengan kategori lomba, pameran satwa eksotik lebih mengedepankan pengenalan dan edukasi.
Pengunjung berkesempatan mempelajari karakteristik satwa, termasuk pentingnya penanganan yang tepat dan aman.
Edukasi Penanganan Gigitan Ular
Panitia juga menyiapkan seminar mengenai penanganan gigitan ular serta pengenalan tingkat risiko bisa dari berbagai jenis ular.
Edukasi tersebut diharapkan membantu masyarakat memahami risiko ketika berhadapan dengan satwa tertentu.
Asri menegaskan, aktivitas di dalam gedung tidak berfokus pada transaksi jual beli satwa. Kegiatan diarahkan pada edukasi, pengenalan satwa, dan pengembangan komunitas melalui asosiasi yang terlibat.
Dalam kompetisi ini, Piala Rektor diberikan berdasarkan kategori masing-masing satwa. Penentuan kategori dan mekanisme penilaian diserahkan kepada asosiasi sesuai jenis hewan yang dilombakan.
Selain piala, peserta berprestasi memperoleh sertifikat yang ditandatangani rektor.
Sementara itu, pengelolaan pendaftaran, pembayaran, dan uang pembinaan ditangani langsung oleh masing-masing asosiasi.
Melalui Piala Rektor Satwa Brawijaya 2026, UB berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dapat semakin memperluas pengetahuan tentang satwa hias sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati.
Ajang ini juga menjadi ruang bagi para penghobi untuk bertukar pengalaman, memperluas jaringan, dan mendorong pemeliharaan satwa secara bertanggung jawab.
Pewarta: *Deni Robi












