Sekolah di Batu Wajib Tadarus & Pesantren Kilat Selama Ramadan, Ini Aturannya

SUARAMALANG.COM, Kota Batu – Selama Ramadan 1447 H, suasana sekolah dasar hingga SMP di Kota Batu dipastikan berbeda dari biasanya. Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu menerbitkan surat edaran khusus yang mewajibkan sekolah menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Ramadan Produktif”.

Program ini berlaku untuk seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menyebut Ramadan menjadi momentum penting untuk membentuk karakter siswa, bukan sekadar menjalankan rutinitas belajar seperti biasa.

“Kami mengimbau sekolah-sekolah untuk melaksanakan kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan keimanan. Salah satunya adalah tadarus Al-Qur’an sebelum atau sesudah pembelajaran dengan durasi 10 hingga 15 menit,” ujar Alfi, dikutip JT, Minggu (22/2/2026).

Selain tadarus rutin, sekolah juga diminta menyelenggarakan pesantren kilat atau Pondok Ramadan. Materinya tak hanya soal teori keagamaan, tetapi juga pembentukan akhlakul karimah dan penguatan mental siswa.

Tak berhenti di situ, praktik ibadah juga didorong lebih aktif. Sekolah yang memiliki fasilitas memadai dianjurkan menggelar Salat Dhuha dan Salat Duhur berjamaah. Kultum singkat pun bisa diisi secara bergiliran oleh guru maupun siswa.

“Kami ingin menumbuhkan jiwa sosial sejak dini melalui infaq dan sedekah Ramadan di lingkungan sekolah. Selain itu, lomba-lomba keagamaan seperti hafalan surah pendek dan adzan juga bisa menjadi wadah kreativitas siswa,” tambah dia.

Dengan konsep ini, Ramadan di sekolah tak hanya bernuansa religius, tetapi juga edukatif dan membangun kepedulian sosial.

Meski agenda terbilang padat, Dindik Kota Batu menegaskan kegiatan tambahan tidak boleh mengganggu proses belajar utama. Penyesuaian dilakukan sesuai kondisi masing-masing sekolah.

“Ketertiban, keamanan, dan kenyamanan lingkungan sekolah harus tetap dijaga. Yang paling utama adalah tetap mengedepankan nilai toleransi,” tegas Alfi.

Sekolah juga diminta tetap inklusif. Peserta didik non-muslim harus difasilitasi dengan kegiatan pembinaan sesuai keyakinan masing-masing selama Ramadan berlangsung.

Exit mobile version