Seminar AI UIN Malang Soroti Peran dan Etika Penggunaan dalam Dunia Akademik

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia akademik menjadi fokus utama seminar kuliah tamu yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (4/5/2026), secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa Fakultas Syariah ini merupakan hasil kolaborasi dengan iBLU Academy Microsoft Partner Malang, dengan menghadirkan Ahmad Imamu Nuril Alam sebagai narasumber utama.

AI Dorong Efisiensi Penelitian Akademik

Dalam pemaparannya, Nuril Alam menjelaskan bahwa perkembangan AI telah membawa perubahan signifikan dalam pengolahan data akademik, mulai dari analisis literatur hingga identifikasi pola penelitian.

“AI bisa mempercepat proses analisis data, mulai dari merangkum literatur hingga membantu menemukan pola dalam penelitian,” ujarnya.

Ia menambahkan, teknologi ini juga dapat membantu penulisan karya ilmiah, seperti pencarian referensi, penyusunan kerangka tulisan, hingga pengelolaan data riset.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa AI hanya berperan sebagai alat bantu, sementara keputusan dan analisis tetap menjadi tanggung jawab manusia.

Waspada Keterbatasan dan Risiko AI

Selain manfaat, Nuril juga mengingatkan adanya potensi kesalahan dalam sistem AI, khususnya pada model generatif yang dapat menghasilkan informasi tidak akurat.

“Semua generative AI memiliki kemungkinan kesalahan atau hallucination, sehingga pengguna wajib melakukan pengecekan ulang,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya literasi digital agar mahasiswa mampu memahami cara kerja AI sekaligus memanfaatkannya secara tepat dalam konteks akademik.

Pentingnya Sikap Kritis dan Verifikasi

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Umi Sumbulah, menyoroti pentingnya sikap kritis dalam penggunaan teknologi, khususnya dalam kajian hukum Islam.

Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk penelusuran putusan maupun digitalisasi literatur keislaman, tetapi tetap memerlukan proses verifikasi yang ketat.

Ia menekankan bahwa pengguna tidak boleh menerima hasil AI secara mentah tanpa proses klarifikasi atau tabayyun.

Kegiatan ini juga dilengkapi sesi praktik penggunaan AI, sehingga peserta dapat memahami implementasi teknologi secara langsung.

Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan AI secara etis, kritis, dan bertanggung jawab, sekaligus meningkatkan kompetensi di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Exit mobile version