SUARAMALANG.COM – Serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, menelan korban jiwa dan melukai ratusan orang. Sejumlah jemaah umrah yang hendak beribadah ke Makkah dilaporkan turut menjadi korban.
Insiden pada Sabtu (10/10/2026) tersebut menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya mengalami luka-luka. Otoritas penerbangan Arab Saudi menyebut sejumlah korban berada dalam kondisi serius.
Akun Inside the Haramain, yang rutin menyampaikan informasi seputar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, turut melaporkan adanya korban dari kalangan jemaah dan pengunjung kedua masjid suci tersebut.
Namun, laporan itu belum mengungkap jumlah jemaah umrah yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka.
Jemaah Terluka Saat Menunggu Penerbangan
Dua dokter mengatakan kepada wartawan bahwa sejumlah jemaah yang hendak menuju Makkah terluka ketika menunggu giliran naik pesawat di bandara.
Situasi tersebut menambah kekhawatiran terhadap keselamatan perjalanan ibadah umrah, terutama bagi jemaah yang menggunakan Bandara Internasional King Khalid sebagai titik keberangkatan atau transit.
Otoritas penerbangan Arab Saudi mencatat 12 korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Korban berasal dari sejumlah negara.
Empat korban merupakan warga negara Arab Saudi. Dua lainnya berasal dari Bangladesh, sedangkan enam korban masing-masing berkewarganegaraan Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.
Operasional Bandara Sempat Dihentikan
Serangan tersebut memaksa otoritas menghentikan sementara operasional Bandara Internasional King Khalid. Sejumlah penerbangan dialihkan, sedangkan tim medis darurat dikerahkan untuk menangani para korban.
Dampaknya juga meluas ke perjalanan udara internasional. Sejumlah maskapai dilaporkan menangguhkan atau membatalkan penerbangan menuju Riyadh.
Situasi ini membuat perjalanan menuju ibu kota Arab Saudi terganggu. Penumpang internasional, termasuk mereka yang memiliki agenda perjalanan ibadah, berpotensi menghadapi perubahan jadwal penerbangan.
Koalisi Saudi Salahkan Kelompok Houthi
Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi menyalahkan kelompok tersebut atas serangan di bandara. Koalisi juga menyatakan akan memberikan tanggapan tegas.
Sementara itu, Gulf News melaporkan bahwa kelompok Houthi sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal di bandara. Kelompok tersebut juga memperingatkan maskapai internasional agar tidak beroperasi di wilayah udara Arab Saudi.
Rangkaian insiden yang menyasar fasilitas penerbangan Saudi dalam beberapa hari terakhir turut meningkatkan perhatian terhadap keamanan transportasi udara di negara tersebut.
Hingga laporan ini disusun, belum tersedia rincian mengenai jumlah pasti jemaah umrah yang menjadi korban. Identitas seluruh korban dari kalangan jemaah juga belum diungkap secara terperinci.












