Sinyal Positif Tol Malang-Kepanjen Dilanjutkan Usai Bupati Curhat ke Presiden

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Perjuangan Pemerintah Kabupaten Malang agar proyek Tol Malang-Kepanjen kembali berjalan akhirnya menemukan titik terang. Bupati Malang Muhammad Sanusi mengaku lega setelah aspirasinya soal kelanjutan tol strategis itu bisa disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Momen tersebut terjadi saat Presiden Prabowo meresmikan SMA Taruna Nusantara di Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Selasa (13/1/2026). Di hadapan kepala negara, Sanusi menyampaikan harapan agar pembangunan tol yang kini terhenti di kawasan Madyopuro, Kota Malang, bisa kembali dilanjutkan tahun ini.

“Iya, saya sampaikan demikian dan Pak Presiden memberikan sinyal baik, dengan menjawab Insya Allah. Itu saya sampaikan saat Pak Presiden meresmikan SMA Taruna Nusantara kemarin (di Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Selasa (13/1/2026),” ujar Sanusi.

Tak berhenti di situ, Sanusi juga memanfaatkan kehadiran Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara yang sama. Kepada AHY, ia memaparkan secara lebih rinci rencana pengembangan Tol Malang-Kepanjen yang memiliki panjang sekitar 30 kilometer dengan nilai proyek mencapai Rp 10,04 triliun.

Sanusi menyebut, selama ini upaya audiensi ke pemerintah pusat kerap mentok di level teknis. Tim Pemkab Malang yang dipimpin Sekda Budiar Anwar, bersama Kadis Bina Marga Khairul Isnaidi Kusuma dan Kepala Bappeda Tomie Herawanto, beberapa kali hanya bertemu jajaran staf.

“Kami sampaikan, agar kelak jalan tol dari Malang-Kepanjen itu, bisa lewat dekat SMA Taruna Nusantara, termasuk exit tolnya,” ungkap Sanusi.

Respons AHY pun dinilai cukup cepat. Di lokasi acara, AHY langsung meminta Menteri Pekerjaan Umum yang berada di dekatnya untuk mencermati dan menindaklanjuti usulan tersebut.

“Pak Menteri PU langsung diperintahkan demikian (agar usulan Bupati Sanusi direspons). Itu saya sampaikan karena Pak Presiden pernah berpesan demikian (agar salah satu exit tolnya didekatkan sama SMA Taruna), sehingga saya cuma mengingatkan saja,” tegas Sanusi.

Sebelumnya, Pemkab Malang telah mendapat informasi bahwa trase Tol Malang-Kepanjen berpotensi mengalami penyesuaian desain. Salah satu opsi yang dibahas adalah menghubungkan jalur tol tersebut dengan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang membentang sepanjang 58 kilometer di pesisir Malang Selatan.

JLS sendiri membentang dari kawasan Pantai Sendangbiru hingga Pantai Ngliyep di perbatasan Blitar. Di sepanjang jalur tersebut terdapat sejumlah destinasi wisata unggulan seperti Balekambang, Kondang Merak, Banyu Meneng, Pantai Modangan, hingga lokasi paralayang berskala internasional.

Kadis Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma menyebut, konektivitas tol dengan JLS menjadi salah satu visi besar Pemkab Malang untuk menggerakkan ekonomi wilayah selatan.

“Memang, Pak Bupati terus berjuang, agar proyek tol itu bisa segera dimulai pengerjaannya dan, itu harus terkoneksi dengan JLS, biar ada multiplier efek untuk meramaikan kunjungan wisatawan ke pantai,” jelasnya.

Ia menambahkan, Tol Malang-Kepanjen diharapkan tidak hanya menjadi jalur penghubung Malang dan Surabaya, tetapi juga membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Salah satu rencana yang disiapkan adalah exit tol di Kecamatan Gondanglegi yang akan terhubung langsung dengan jalan baru sepanjang 31 kilometer menuju kawasan JLS dekat Pantai Balekambang.

“Kami yakin, ke depan JLS yang saat ini masih sepi, bakal ramai seperti jalan Pantura (Gresik, Lamongan, Tuban).”
“Sebab, jumlah wisatawan yang datang dan lewat JLS itu bisa mencapai 3.000 sampai 5.000 mobil jika akhir pekan,” tutupnya.

Sumber: Surya Malang

Exit mobile version