SUARAMALANG.COM, Kota Malang— Pemerintah Kota Malang mulai menerapkan skema baru penataan parkir di kawasan Kayutangan Heritage sebagai bagian dari upaya penataan kawasan wisata dan pengendalian lalu lintas di pusat kota. Dalam skema ini, seluruh kendaraan roda dua diwajibkan masuk ke gedung parkir terpadu, sementara parkir di badan jalan hanya diperbolehkan untuk kendaraan roda empat.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan, skema baru tersebut mulai diuji coba pada 7 Januari 2026, bertepatan dengan penggratisan parkir selama satu pekan sebagai masa adaptasi bagi masyarakat.
“Mulai tanggal 7 Januari, parkir kita gratiskan selama satu minggu. Semua sepeda motor wajib masuk ke gedung parkir. Parkir di badan jalan hanya untuk kendaraan roda empat,” kata Wahyu, Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, perubahan skema parkir ini bertujuan menata kawasan Kayutangan agar lebih tertib, aman, dan ramah bagi pejalan kaki serta wisatawan. Selama ini, parkir sembarangan di badan jalan kerap memicu kemacetan dan mengganggu kenyamanan pengunjung.
Gedung parkir terpadu Kayutangan disiapkan khusus untuk kendaraan roda dua dengan sistem pengelolaan langsung oleh Dinas Perhubungan Kota Malang. Wahyu menyebut, skema tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
“Beberapa pengendara motor yang kami temui menyampaikan lebih nyaman karena parkirnya lebih aman dan teratur. Lokasinya juga tidak jauh dari pusat aktivitas Kayutangan,” ujarnya.
Sementara itu, kendaraan roda empat masih diperbolehkan parkir di badan jalan dengan pengaturan ketat dan hanya pada sisi tertentu. Adapun kendaraan besar seperti bus pariwisata tidak diperkenankan parkir di kawasan Kayutangan dan hanya boleh melakukan penurunan dan penjemputan penumpang (drop-off).
“Bus wisata hanya boleh drop penumpang. Parkirnya kami siapkan di lokasi lain, seperti kawasan Jalan Ade Irma Suryani dan alternatif lain yang sedang kami siapkan,” jelas Wahyu.
Selain penataan parkir, Pemkot Malang juga mendorong pengunjung memanfaatkan transportasi umum, khususnya layanan Trans Jatim, untuk mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di kawasan wisata.
“Trans Jatim saat libur kemarin sangat diminati, bahkan sampai antre beberapa kloter. Ini menunjukkan masyarakat mulai beralih ke transportasi umum karena lebih murah dan tepat waktu,” ungkapnya.
Wahyu berharap, dengan penerapan skema parkir baru ini, wajah Kayutangan Heritage menjadi lebih tertib dan nyaman, sekaligus mendukung pengembangan kawasan sebagai destinasi wisata unggulan Kota Malang.
“Tujuan utamanya adalah keteraturan. Kalau parkir tertata, lalu lintas lancar, wisatawan nyaman, dan aktivitas ekonomi tetap berjalan,” pungkasnya.
Pewarta: *Ali Nopan
