SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Brand activation SWARA LINTANG yang diselenggarakan oleh mahasiswa Praktikum Public Relations 3 Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang bekerja sama dengan Batik Lintang Malang, sukses dilaksanakan pada Minggu kemarin (28/6/2026) di Warung Kasemo, Kabupaten Malang.
Kegiatan menghadirkan pengalaman budaya yang memadukan edukasi, interaksi, hiburan, dan fashion sebagai upaya untuk memperkenalkan Batik Lintang Malang kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda.
Rangkaian kegiatan diawali melalui Gelar Lintang (Performance Art Experience), sebuah aktivitas interaktif yang mengajak pengunjung terlibat langsung dalam proses kreatif membatik melalui permainan Canting Estafet yang diiringi oleh musik. Peserta yang terpilih membuat simbol atau goresan sederhana menggunakan canting di atas kain sebagai representasi ide kreatif mereka.
Hasil goresan tersebut kemudian diinterpretasikan oleh pengrajin Batik Lintang Malang menjadi sebuah konsep motif batik lengkap dengan filosofi yang melatarbelakanginya, sebelum dilanjutkan dengan demonstrasi membatik secara langsung.
Artis Desi Afrika Hadir Meriahkan Swara Lintang
Suasana semakin hidup dengan kehadiran Desi Afrika yang turut berinteraksi bersama pembawa acara, pengrajin, dan peserta selama demonstrasi membatik berlangsung.
Melalui perbincangan santai mengenai teknik penggunaan canting, proses penciptaan motif, hingga makna yang terkandung dalam setiap karya batik, pengunjung memperoleh pengalaman belajar budaya secara lebih dekat, hangat, dan interaktif.
Kemeriahan berlanjut pada sesi Wastra Lintang (Cultural Runway Experience) yang menampilkan koleksi Batik Lintang Malang. Berbagai koleksi diperagakan oleh Putri Kampus Universitas Muhammadiyah Malang bersama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.
Setiap penampilan disertai narasi mengenai filosofi motif, inspirasi desain, dan karakter koleksi yang diperagakan sehingga pengunjung dapat memahami bahwa setiap motif batik memiliki cerita dan nilai budaya yang khas.
Sebagai penutup runway, Desi Afrika tampil mengenakan koleksi Batik Lintang Malang yang kemudian dilanjutkan dengan dance performance bersama para model. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat.
Antusiasme pengunjung terlihat dari ramainya area acara, bahkan banyak masyarakat yang menyaksikan pertunjukan dari berbagai sisi lokasi penyelenggaraan dan ikut memeriahkan suasana.
Selain rangkaian pertunjukan utama, SWARA LINTANG juga menghadirkan tiga area pengalaman budaya, yaitu Pamedhar Lintang, Ruang Gaya Lintang, dan Rona Lintang. Ketiga area ini dapat dikunjungi secara fleksibel oleh pengunjung, baik sebelum acara dimulai, saat waktu istirahat, maupun setelah sesi utama berlangsung.
Perjalanan Budaya Soal Batik
Pengunjung dapat melihat koleksi Batik Lintang Malang, mencoba langsung berbagai koleksi batik melalui area Try & Style, mengabadikan momen di photobooth, serta memindai QR Code yang terhubung dengan website Batik Lintang Malang untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai profil, koleksi, dan produk Batik Lintang Malang.
Seluruh aktivitas dikemas melalui konsep Stamp Challenge, yaitu perjalanan budaya yang mengajak pengunjung untuk mengumpulkan stamp di setiap area sebagai simbol telah menyelesaikan perjalanan mengenal Batik Lintang Malang secara utuh.
Konsep ini berhasil menciptakan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan edukasi mengenai nilai budaya yang terkandung dalam setiap karya Batik Lintang Malang.
Melalui SWARA LINTANG, Batik Lintang Malang menunjukkan bahwa batik dapat hadir secara modern, interaktif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat tanpa meninggalkan identitas budayanya.
Brand activation ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mengenal, mencintai, serta menggunakan produk batik lokal sebagai bagian dari pelestarian budaya Indonesia.
Pewarta: *Swara
