Pemerintah Kabupaten Malang-Ucapan Idul Fitri

Tekan Anggaran BBM, DPRD Kota Malang Kaji Peluang Penggunaan Kendaraan Listrik

Iklan

SUARAMALANG.COM, KOTAMALANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang mulai serius menjajaki wacana penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas. Langkah ini diproyeksikan sebagai strategi jangka panjang untuk efisiensi anggaran operasional dan pemeliharaan.

​Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan. Saat ini, rencana tersebut masih masuk dalam tahap kajian mendalam, terutama dari sisi kalkulasi biaya.

Iklan

​“Kami lihat dulu, karena poin utamanya adalah efisiensi. Harus dihitung secara detail, apakah dari sisi maintenance (perawatan) dan operasionalnya memang lebih hemat dibandingkan kendaraan konvensional,” ujar Amithya.

 

​Pertimbangan Skala Pengadaan Anggaran

​Amithya menambahkan bahwa pengadaan kendaraan dinas memerlukan perencanaan yang kompleks. Hal ini dikarenakan jumlah unit yang dibutuhkan cukup banyak, sehingga beban APBD harus dipertimbangkan secara matang.

​Jika hasil kajian menunjukkan bahwa biaya jangka panjang kendaraan listrik jauh lebih rendah daripada mobil berbahan bakar minyak (BBM), maka DPRD Kota Malang siap merealisasikan kebijakan tersebut.

​Strategi Efisiensi Jangka Pendek: “Satu Kendaraan Bareng”

​Sembari menunggu hasil kajian kendaraan listrik, DPRD Kota Malang telah menerapkan langkah nyata untuk menekan konsumsi BBM. Salah satu cara yang mulai dijalankan adalah penataan ulang mekanisme perjalanan dinas.

​DPRD kini mendorong para anggotanya untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi atau dinas secara terpisah saat melakukan kunjungan kerja.

Langkah efisiensi yang diterapkan antara lain:

  • Pengurangan Frekuensi: Memangkas intensitas perjalanan dinas yang tidak mendesak.
  • Satu Kendaraan Bersama: Mendorong penggunaan satu kendaraan besar untuk banyak personel.
  • Optimalisasi Kapasitas: Satu mobil diupayakan bisa menampung 9 hingga 12 orang sekaligus (satu komisi).

​“Jika bisa satu kendaraan digunakan bersama, kenapa harus sendiri-sendiri? Misalnya satu komisi berangkat bareng, itu jauh lebih hemat BBM,” tegasnya.

​Langkah kolektif ini dinilai sebagai solusi paling realistis saat ini untuk menjaga kesehatan anggaran daerah sekaligus mendukung gerakan ramah lingkungan di lingkungan pemerintahan Kota Malang.

Iklan
Iklan
Iklan