Tembok Retak di Pasar Besar Malang Bikin Resah, Aktivitas Langsung Dilarang di Area Rawan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Kondisi tembok retak di Pasar Besar Malang memicu kekhawatiran serius. Retakan ditemukan di lantai tiga sisi selatan dan timur.

Pemerintah Kota Malang langsung melakukan pengecekan lapangan. Hasilnya, struktur tersebut dinilai berpotensi membahayakan.

Diskopindag Akui Ada Risiko Tembok Jatuh

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengungkapkan potensi bahaya tersebut. Ia menyebut tembok bisa runtuh jika terkena hujan dan angin.

“Kalau kena hujan dan angin terus, retakan bisa melebar dan berpotensi jatuh,” ujarnya.

Area Parkir Langsung Disterilkan

Sebagai langkah awal, Diskopindag langsung memasang peringatan. Area di bawah tembok, khususnya taman parkir, kini dilarang untuk aktivitas.

Larangan mencakup pedagang maupun kendaraan. Kebijakan ini dilakukan untuk menghindari risiko korban.

Banner Peringatan Dipasang di Lokasi

Petugas memasang sejumlah banner larangan di sekitar titik rawan. Imbauan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Eko menegaskan, pengumuman tersebut bukan formalitas. Ia ingin area berbahaya benar-benar dikosongkan.

Pembongkaran Belum Bisa Dilakukan

Meski berbahaya, tembok belum bisa langsung dirobohkan. Diskopindag masih mempertimbangkan aspek keamanan struktur bangunan.

Menurut Eko, pembongkaran tanpa pengganti justru berisiko. Bagian atas akan kehilangan pembatas jika tembok dihilangkan.

Butuh Solusi Pengganti Sebelum Dibongkar

Pemerintah harus menyiapkan pengaman baru sebelum pembongkaran. Hal ini untuk menjaga keselamatan di bagian atas bangunan.

“Tidak bisa dirobohkan begitu saja tanpa ada pengganti pembatasnya,” jelas Eko.

Bantah Lepas Tanggung Jawab

Eko menepis anggapan pemerintah lepas tangan. Ia menegaskan bahwa imbauan justru bagian dari tanggung jawab.

Menurutnya, peringatan itu menjadi tanda bahwa area tersebut berbahaya. Masyarakat diminta tidak mengabaikannya.

Pedagang Diminta Tingkatkan Kesadaran

Diskopindag berharap pedagang mematuhi larangan yang ada. Kesadaran bersama dinilai penting untuk mencegah insiden.

Eko mengibaratkan kondisi tersebut seperti lantai licin yang sudah diberi tanda. Peringatan harus dihormati demi keselamatan.

Koordinasi dengan Pedagang Sudah Dilakukan

Pihak dinas mengaku telah menjalin komunikasi dengan pedagang. Pertemuan bahkan difasilitasi oleh DPRD Kota Malang.

Dalam forum itu, hasil kajian retakan juga telah disampaikan. Pemerintah memastikan informasi sudah diteruskan.

Penanganan Tunggu Keputusan Pimpinan

Saat ini, Diskopindag telah melaporkan kondisi tersebut ke Wali Kota Malang. Surat resmi juga tengah disiapkan.

Keputusan lanjutan akan ditentukan pimpinan. Opsi penanganan mencakup perobohan atau penguatan struktur.

Harapan Tak Ada Korban

Pemerintah berharap tidak terjadi kejadian buruk. Semua langkah awal dilakukan untuk mencegah risiko.

Eko menegaskan, keselamatan menjadi prioritas utama. Ia meminta semua pihak mematuhi imbauan yang sudah dipasang.

Exit mobile version