SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Brawijaya (UB) resmi meluncurkan aplikasi Sistem Manajemen Risiko (SEMAR) sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola berbasis manajemen risiko, Kamis (30/4/2026).
Peluncuran aplikasi SEMAR Universitas Brawijaya ini dilakukan dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang digelar secara hybrid, bertempat di Ruang Oryza UB Guest House serta melalui platform daring, dengan melibatkan jajaran pimpinan hingga pengelola risiko di seluruh unit kerja.
SEMAR Universitas Brawijaya dan Penguatan Tata Kelola Risiko
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko menjadi kebutuhan mendesak bagi organisasi besar seperti perguruan tinggi, terutama dalam menghadapi kompleksitas tantangan kelembagaan.
“Semakin besar organisasi, semakin kompleks permasalahannya. Oleh karena itu, manajemen risiko menjadi hal yang sangat penting agar setiap potensi risiko dapat diantisipasi dan diminimalkan dampaknya,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa UB masih tertinggal dibandingkan sejumlah perguruan tinggi lain dalam implementasi sistem manajemen risiko, namun menegaskan komitmen untuk mengejar ketertinggalan melalui sistem terintegrasi berbasis digital.
Implementasi ISO 31000 dan Sistem Monitoring Real-Time
Aplikasi SEMAR dikembangkan sebagai bagian dari implementasi standar internasional ISO 31000 dalam pengelolaan risiko institusi, dengan melibatkan tim internal UB yang dipimpin Dr. Ngesti Dwi Prasetyo bersama tim teknologi informasi.
Sistem ini memungkinkan setiap unit kerja untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memantau risiko secara terstruktur melalui dashboard terpusat yang dapat diakses pimpinan secara real-time.
Fitur utama dalam aplikasi mencakup klasifikasi risiko, tingkat keparahan, serta sistem peringatan dini (early warning system) guna mempercepat pengambilan keputusan strategis.
“Manajemen risiko pada dasarnya adalah upaya mengukur ketidakpastian dalam mencapai tujuan organisasi. Dengan SEMAR, setiap unit di UB dapat mengidentifikasi risiko sejak awal, sehingga dapat disiapkan langkah mitigasi yang tepat,” jelas Dr. Ngesti.
Pelatihan, Regulasi, dan Integrasi Sistem
Kegiatan peluncuran ini juga diisi dengan pemaparan materi terkait awareness ISO 31000:2018, sosialisasi Peraturan Rektor Nomor 116 Tahun 2025, serta pelatihan teknis penggunaan aplikasi bagi risk owner dan risk officer di lingkungan UB.
Sekretaris Universitas, Dr. Tri Wahyu Nugroho, menekankan pentingnya manajemen risiko dilakukan sejak tahap perencanaan program agar potensi kendala dapat diantisipasi lebih awal.
Ia menyebut pendekatan ini krusial untuk memastikan efektivitas program sekaligus menjaga stabilitas kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Dampak Strategis bagi Kinerja Institusi
Dengan diluncurkannya aplikasi SEMAR Universitas Brawijaya, seluruh unit kerja diharapkan mampu meningkatkan ketelitian dalam mengidentifikasi potensi risiko serta memperkuat mekanisme mitigasi sejak awal.
Langkah ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pengendalian internal, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendukung pencapaian visi dan misi universitas secara lebih terukur dan adaptif.
Dalam konteks tata kelola modern, integrasi manajemen risiko berbasis digital menjadi fondasi penting bagi perguruan tinggi untuk menjaga keberlanjutan kinerja di tengah dinamika perubahan yang semakin kompleks.
