SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Brawijaya (UB) mematangkan persiapan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dengan menyiapkan 1.540 unit komputer yang akan digunakan peserta.
Langkah ini diperkuat melalui uji coba serentak yang digelar pada Jumat (3/4/2026), sebagai bagian dari simulasi menyeluruh untuk memastikan kesiapan teknis dan non-teknis sebelum pelaksanaan resmi.
Uji Coba Menyeluruh di 17 Lokasi
Uji coba tidak sekadar formalitas, melainkan menguji berbagai aspek krusial mulai dari stabilitas server pusat, kesiapan perangkat komputer, hingga alur teknis pelaksanaan ujian.
Selain itu, sistem pengaturan waktu ujian dan verifikasi Berita Acara Pelaksanaan Ujian (BAPU) juga turut diuji di 17 lokasi berbeda yang telah disiapkan UB.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UB, Prof Imam Santoso, menegaskan bahwa integritas menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan UTBK tahun ini.
“Kami memastikan seluruh ruang ujian benar-benar steril, baik dari sisi perangkat maupun lingkungan. Ini penting untuk menjaga integritas seleksi,” katanya pada Sabtu (4/4/2026).
Kombinasi Teknologi dan Pengawasan Ketat
UB mengadopsi pendekatan pengawasan berlapis dengan mengombinasikan pengawasan langsung oleh petugas dan dukungan teknologi.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kecurangan yang semakin berkembang, khususnya yang berbasis digital.
Menurut Prof Imam, perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi agar proses seleksi tetap kredibel dan akuntabel.
“Kami memahami bahwa potensi kecurangan semakin canggih, karena itu, sistem pengawasan juga harus terus diperkuat,” tegasnya.
Mitigasi Risiko dan Kesiapan Infrastruktur
Selain pengawasan, UB juga menyiapkan langkah mitigasi risiko guna menjamin kelancaran pelaksanaan ujian.
Salah satunya adalah penyediaan genset di setiap lokasi ujian sebagai antisipasi gangguan listrik yang dapat menghambat jalannya tes.
“Tentu saja genset kami persiapkan, sebagai antisipasi, mana kala ada mati listrik dan lain sebagainya,” ujar Prof Imam.
Seluruh sistem jaringan dan perangkat komputer juga telah melalui pengujian berkala untuk memastikan mampu menangani ribuan peserta secara bersamaan tanpa kendala teknis.
Dukungan SDM dan Kuota SNBT 2026
Dari sisi sumber daya manusia, UB menyiagakan 88 teknisi ruang dan 88 pengawas di setiap sesi ujian untuk menjaga kelancaran operasional.
Selain itu, terdapat 17 Penanggung Jawab Lokasi (PJL), 17 Penanggung Jawab Teknologi Informasi (PJTI), serta 17 admin IT yang bertugas memastikan seluruh sistem berjalan optimal.
Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026 dengan total 67 ruang ujian yang telah disiapkan.
UB juga membuka 5.833 kursi melalui jalur SNBT dan 9.209 kursi melalui jalur mandiri, seiring dengan tingginya minat pendaftar setiap tahun.
“Dengan jumlah pendaftar yang besar, tentu seleksi akan semakin ketat,” kata Prof Imam.
“Kami memastikan bahwa mahasiswa yang diterima adalah mereka yang memiliki kapasitas akademik terbaik,” tandasnya.
























