SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendorong mahasiswa menjadi pelaku usaha berorientasi ekspor. Melalui Program Studi Ekonomi Pembangunan (EP), UMM menggandeng Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II menggelar kuliah tamu bertajuk From Campus to Global Market: Be The Next Smart Exporter, Selasa (30/6/2026).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mempelajari regulasi kepabeanan, prosedur ekspor, serta strategi membangun bisnis yang mampu bersaing di pasar internasional. UMM berharap kolaborasi tersebut melahirkan lebih banyak exportpreneur muda yang siap membawa produk Indonesia ke pasar global.
Mahasiswa Pelajari Regulasi dan Prosedur Ekspor
Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur II, Muhamad Lukman, menjelaskan bahwa pelaku usaha dapat menjalankan proses ekspor dengan mudah apabila memahami aturan yang berlaku.
Ia mengulas berbagai materi, mulai dari persyaratan dasar ekspor, proses kepabeanan, klasifikasi komoditas, sistem transportasi, hingga ketentuan barang berdasarkan PMK Nomor 39/PMK.001/2022.
Selain itu, Lukman juga mengajak mahasiswa memahami dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) sebagai salah satu syarat utama dalam kegiatan ekspor.
“Proses ekspor itu sebenarnya sangat terstruktur dan mudah diakses jika pengusaha sudah memahami alur birokrasi dan legalitas dasarnya. Kalian jangan pernah takut berurusan dengan kepabeanan, karena pemerintah saat ini justru memberikan banyak fasilitas pendampingan guna mendongkrak volume ekspor nasional,” ujarnya.
Menurut Lukman, pemahaman tersebut membantu mahasiswa mengenali peluang bisnis internasional sejak masih duduk di bangku kuliah.
Pelaku UMKM Bagikan Pengalaman Menembus Pasar Dunia
Kuliah tamu ini juga menghadirkan pelaku UMKM ekspor binaan Bea Cukai, Anggri Sartika Wiguna.
Ia membagikan pengalaman membangun usaha hingga berhasil memasarkan produknya ke luar negeri.
Menurut Anggri, calon eksportir harus menjaga kualitas produk dan memahami standar yang berlaku di negara tujuan ekspor.
Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan jaringan kampus sekaligus menjalin kemitraan dengan instansi pemerintah untuk memperkuat pengembangan usaha.
“Sebagai pemula atau exportpreneur, kalian harus sangat jeli melihat celah peluang dan disiplin menjaga standar mutu produk di pasar global. Manfaatkan jejaring yang sudah disediakan oleh pihak kampus dan jadikan lembaga pemerintah sebagai mitra strategis untuk memperlancar perizinan, bukan dianggap sebagai hambatan bisnis,” katanya.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai tantangan sekaligus peluang dalam bisnis ekspor.
UMM Perkuat Jiwa Wirausaha Mahasiswa
Program Studi Ekonomi Pembangunan UMM berharap mahasiswa tidak hanya menguasai teori ekonomi. Kampus juga ingin mahasiswa mampu mengubah pengetahuan tersebut menjadi usaha yang memiliki daya saing internasional.
Karena itu, UMM membangun kolaborasi dengan pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat kompetensi mahasiswa menghadapi dinamika perdagangan global.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh bekal regulasi, strategi bisnis, dan pengalaman praktis dari pelaku ekspor. Bekal tersebut diharapkan mendorong lahirnya wirausahawan muda yang mampu membawa produk lokal Indonesia menembus pasar dunia.
Komitmen ini sekaligus memperkuat peran Universitas Muhammadiyah Malang dalam menyiapkan lulusan yang siap bekerja sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja melalui bisnis berbasis ekspor.
