SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Roda organisasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terus berputar cepat. Tak lama setelah mengukuhkan 11 guru besar, Selasa (20/1/2026), pimpinan kampus langsung melangkah ke fase berikutnya dengan melantik tujuh pejabat baru di lingkungan universitas.
Pelantikan berlangsung di Ruang Rektor UIN Maliki Malang dan dihadiri jajaran lengkap pimpinan kampus. Mulai Ketua Senat, para Wakil Rektor, kepala biro, dekan, Direktur Pascasarjana, hingga unsur pengawasan internal turut menyaksikan prosesi tersebut. Meski berlangsung singkat dan tertib, pesan yang disampaikan pimpinan kampus terbilang serius.
Rektor UIN Maliki Malang Prof Ilfi Nur Diana menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan. Ia menyebut, kampus kini berada di fase krusial yang menuntut lompatan kinerja dan keberanian mengambil keputusan strategis.
“UIN Maliki Malang tidak boleh kalah dengan perguruan tinggi lain. Apa pun yang menjadi kekurangannya harus segera diperbaiki,” ujar Ilfi, dikutip laman resmi UIN Maliki Malang, Selasa (20/1/2026).
Menurut Ilfi, tantangan ke depan menuntut UIN Maliki Malang bertransformasi lebih cepat. Kampus tidak cukup hanya nyaman sebagai teaching university, tetapi harus bergerak menjadi universitas wirausaha yang kuat di bidang riset dan inovasi.
Ia menekankan, transformasi bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan. Daya saing global, khususnya dalam penguatan riset dosen dan mahasiswa, menjadi kunci agar UIN Maliki Malang mampu berdiri sejajar dengan perguruan tinggi unggulan lainnya.
“Ini memang tidak mudah. Tapi tidak ada kata tidak mungkin. Kuncinya ada pada niat dan kerja keras kita bersama,” tuturnya.
Sorotan juga diarahkan pada pemeringkatan internasional. Rektor menilai UIN Maliki Malang harus lebih agresif mengejar ketertinggalan, baik di tingkat nasional maupun global, termasuk dalam pemeringkatan UniRank dan QS World University Rankings.
“Kekurangannya harus dikejar. Target kita jelas, menjadi yang terdepan dan terbaik,” tegasnya.
Dalam pelantikan tersebut, sejumlah posisi strategis resmi diisi. Dr. Meldona, MM dipercaya sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi. Abdussakir, M.Pd mengemban amanah sebagai Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum, sementara Dr. Ririen Kusumawati, M.Kom dilantik menjadi Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu.
Pos Kepala Pusat Kemahasiswaan dipercayakan kepada Romi Faslah, M.Si. Adapun Kepala Pusat Pengembangan Hukum dan Advokasi dijabat Wiwik Budi Wasito, SH, MH, serta Kepala Pusat Pemeringkatan Universitas diamanahkan kepada Dr. H. Helmi Syaifuddin, M.Fil.I.
Untuk level program studi, Kholilah, MSA ditetapkan sebagai Ketua Program Studi Akuntansi. Sementara itu, Program Studi Magister Farmasi periode 2025–2029 dipimpin Dr. Burhan Ma’arif ZA, M.Farm.
