SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Viktor Laiskodat, mengajak generasi muda aktif dalam politik dan partai politik. Ajakan itu disampaikan saat kuliah tamu bertema Ambang Batas Pemilu dalam Pandangan Gen Z dan Partai Politik di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut membahas ambang batas parlemen, sistem kepartaian, serta peran Gen Z dalam demokrasi Indonesia. Mahasiswa dan akademisi tampak antusias mengikuti diskusi tersebut.
Viktor Laiskodat Soroti Peran Gen Z dalam Politik
Viktor Laiskodat menilai Gen Z akan menjadi kelompok penentu dalam Pemilu 2029. Karena itu, ia meminta generasi muda tidak bersikap apatis terhadap politik.
Menurut Viktor, partai politik memiliki kewenangan besar dalam sistem demokrasi Indonesia. Selain itu, partai juga menjadi sarana penting untuk menentukan arah kebijakan negara.
“Gen Z akan menjadi penentu kemenangan pada 2029,” ujar Viktor Laiskodat.
Ia juga menegaskan bahwa anak muda perlu masuk ke partai politik untuk memperkuat regenerasi kepemimpinan nasional. Dengan demikian, generasi muda dapat ikut menentukan masa depan bangsa.
Partai Politik Dinilai Tetap Penting
Viktor menilai banyak anak muda masih memandang politik secara negatif. Karena itu, ia mengingatkan mahasiswa agar tidak membenci politik maupun partai politik.
Menurutnya, demokrasi membutuhkan keterlibatan generasi muda agar sistem politik berjalan sehat. Selain itu, kehadiran Gen Z dinilai dapat membawa perspektif baru dalam dunia politik nasional.
“Jangan anti politik dan jangan membenci partai politiknya,” tegas Viktor.
Universitas Brawijaya Dorong Ruang Diskusi Demokrasi
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UB, Ahmad Imron Rozuli, menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat.
Menurut Ahmad Imron Rozuli, Indonesia memiliki posisi geopolitik yang strategis di tingkat global. Karena itu, kampus perlu membuka ruang dialog untuk membahas masa depan demokrasi Indonesia.
Selain itu, ia menilai konsep kampus berdampak mendorong universitas memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui forum diskusi politik dan demokrasi seperti kuliah tamu tersebut.
Mahasiswa Diajak Pahami Sistem Politik
Ahmad Imron Rozuli menilai mahasiswa perlu memahami isu parliamentary threshold dan penataan daerah pemilihan. Pemahaman tersebut dinilai penting untuk memperkuat kualitas demokrasi Indonesia.
“Universitas Brawijaya terbuka bagi semuanya,” ujar Ahmad Imron Rozuli.
Kuliah tamu itu juga menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa mengenai sistem kepartaian dan demokrasi nasional. Selain itu, kegiatan tersebut memperkuat partisipasi akademisi dalam membangun kesadaran politik generasi muda.
Melalui forum tersebut, Universitas Brawijaya berharap mahasiswa semakin aktif memahami isu demokrasi dan politik nasional. Kampus juga ingin mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, terbuka, dan terlibat dalam pembangunan bangsa.
