SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Warga Kota Malang yang biasa naik turun Bus Trans Jatim di kawasan Kayutangan hingga Ijen perlu bersiap. Selama gelaran Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, empat shelter dipastikan tidak beroperasi sementara.
Penyesuaian ini dilakukan karena lonjakan jemaah diperkirakan mencapai sekitar 100 ribu orang pada 7–8 Februari 2026. Kawasan sekitar stadion pun diprediksi padat kendaraan.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuly Saputro, menjelaskan ada empat titik yang untuk sementara tidak dilayani.
“Empat titik yang kami nonaktifkan itu untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar lokasi kegiatan Harlah 1 Abad NU,” ujar Cito, dikutip Jumat (6/2/2026).
Adapun shelter yang dinonaktifkan yakni Shelter Kayutangan, Rambu Ijen, Shelter Ijen, dan Shelter Kawi. Keempatnya berada di jalur yang beririsan langsung dengan konsentrasi kegiatan di Stadion Gajayana.
Penutupan sementara mulai berlaku Sabtu (7/2/2026) pukul 15.00 WIB hingga Minggu (8/2/2026). Namun khusus hari Minggu, operasionalnya masih melihat situasi di lapangan.
“Untuk tanggal 8 Februari, shelter akan diaktifkan kembali apabila kondisi sudah memungkinkan. Jika kepadatan kendaraan sudah berkurang dan tidak ada parkir yang menghambat, maka shelter langsung dioperasikan kembali,” ungkapnya.
Artinya, pengguna Trans Jatim diminta menyesuaikan titik keberangkatan maupun tujuan selama dua hari tersebut.
Meski ada empat shelter yang ditutup sementara, layanan Bus Trans Jatim secara umum tetap berjalan seperti biasa. Bus tetap melintas sesuai rute, hanya saja tidak berhenti di empat titik tersebut.
“Operasional tetap berjalan. Hanya empat titik tersebut yang sementara tidak dilalui karena diperkirakan terjadi kepadatan tinggi,” tandasnya.
Cito tak menampik kebijakan ini berdampak pada penumpang rutin.
“Pasti ada dampaknya. Penumpang yang biasanya mengakses empat titik itu untuk sementara tidak dapat menggunakannya,” katanya.
Sebagai informasi, Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU akan dipusatkan di Stadion Gajayana pada 7–8 Februari 2026. Selain dihadiri puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur, agenda tersebut juga dijadwalkan dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.
Warga yang beraktivitas di pusat kota diimbau memantau perkembangan lalu lintas dan menyesuaikan rute perjalanan agar tidak terjebak kepadatan.
Sumber: Times Indonesia
