Iklan

Farmasi FK UB Bikin Parfum Nonalkohol di Education Expo 2026

Iklan

SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Booth Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) di ajang Universitas Brawijaya Education Expo 2026 tampak ramai diserbu pelajar. Salah satu magnetnya datang dari Program Studi Farmasi yang mengajak pengunjung meracik parfum lewat workshop interaktif di Gedung Samantha Krida UB, selama empat hari, 22–25 Januari 2026.

Lewat kegiatan ini, Farmasi FK UB mencoba menghadirkan wajah lain dunia kefarmasian. Bukan sekadar teori di ruang kelas atau soal obat-obatan, tetapi juga aplikasi ilmu farmasi yang dekat dengan keseharian generasi muda.

Iklan

Dosen Farmasi FK UB, apt. Prisma Trida Hardani, S.Farm., M.Farm, mengatakan workshop tersebut sengaja dirancang untuk mematahkan anggapan bahwa farmasi hanya berkutat pada obat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan bahwa farmasi itu luas, tidak hanya soal obat, tetapi juga mencakup sediaan kosmetik, salah satunya parfum,” ujarnya.

Menurut Prisma, parfum dipilih karena menjadi produk yang akrab dengan pelajar SMA. Dengan metode praktik langsung, peserta diharapkan lebih mudah memahami sekaligus tertarik pada cakupan keilmuan farmasi.

“Anak-anak SMA jadi bisa melihat langsung bahwa produk farmasi itu bisa dibuat sendiri, menyenangkan, dan bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Dalam sesi workshop, peserta diajak mengenal tahapan pembuatan parfum nonalkohol. Bahan dasarnya menggunakan almond oil yang dipadukan dengan alpha-tocopherol sebagai antioksidan serta bahan pengikat aroma agar wangi lebih tahan lama.

“Parfum ini kami kembangkan tanpa alkohol, sehingga lebih ramah di kulit. Proses pembuatannya juga sederhana, cukup dicampur dan dikocok hingga homogen,” jelas Prisma.

Tak hanya soal edukasi, kegiatan ini juga membuka perspektif baru tentang peluang ekonomi di bidang farmasi. Dosen Farmasi FK UB lainnya, Nanda Intan Aulia, menyebut produk parfum yang diperkenalkan merupakan karya mahasiswa.

“Produk parfum yang kami perkenalkan merupakan hasil karya mahasiswa dan sudah dipasarkan secara terbatas disaat event Fakultas Kedokteran. Ini bisa menjadi contoh bahwa ilmu farmasi juga memiliki potensi kewirausahaan,” katanya.

Nanda menilai, pendekatan semacam ini penting agar siswa SMA mendapat gambaran konkret tentang kehidupan perkuliahan dan hasil nyata dari proses belajar di kampus.

“Kami berharap siswa tidak hanya mengenal farmasi dari teori, tetapi juga dari produk nyata yang dihasilkan mahasiswa,” ujarnya.

Iklan
Iklan
Iklan