SUARAMALANG.COM, Surabaya – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Timur memperkuat langkah pembinaan atlet melalui kerja sama internasional dengan Departemen Atletik Universitas Gwangju, Korea Selatan. Kemitraan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas atlet sekaligus memperluas pengembangan taekwondo di Jawa Timur.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 15 Juli 2026. Kantor Hukum Taegwang turut bergabung sebagai mitra yang akan mendukung pelaksanaan berbagai program dalam kolaborasi tersebut.
Penandatanganan MoU dihadiri Ketua Umum Pengprov TI Jatim Mayjen TNI (P) Yusman Madayun beserta jajaran pengurus. Sementara Universitas Gwangju diwakili President of Gwangju University Dongjin Kim dan Wakil Presiden IV Departemen Sport Science Prof. Kim Jihyuk.
Fokus Pengembangan Atlet
Kesepakatan berlaku selama dua tahun dengan fokus membangun ekosistem taekwondo yang lebih komprehensif. Program tidak hanya menyasar peningkatan prestasi atlet, tetapi juga penguatan aspek akademik, riset, hingga pengembangan karier.
Sebagai implementasi awal, Universitas Gwangju mengundang dua pelatih dan empat atlet terbaik Jawa Timur mengikuti training camp di Korea Selatan. Program berlangsung pada 13 hingga 25 Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championship G2.
Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 1 hingga 5 Agustus 2026. Ajang internasional itu menjadi salah satu target penting bagi atlet taekwondo Jawa Timur.
Selain pemusatan latihan, kedua pihak juga sepakat mengembangkan riset olahraga melalui seminar, lokakarya, hingga simposium. Kerja sama juga mencakup pertukaran data penelitian dan pemanfaatan teknologi pendukung peningkatan performa atlet.
Program lainnya meliputi pelatihan bersama bagi pelatih dan tenaga akademik. Kolaborasi juga membuka peluang koneksi industri untuk mendukung karier atlet maupun lulusan di bidang olahraga.
Optimistis Tingkatkan Prestasi
Kantor Hukum Taegwang akan memberikan pendampingan hukum selama pelaksanaan program. Lembaga tersebut juga membantu pertukaran personel serta mendukung upaya memperoleh pendanaan dari pemerintah maupun organisasi internasional.
Ketua Umum Pengprov TI Jatim Mayjen TNI (P) Yusman Madayun menyebut kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembinaan taekwondo di Jawa Timur. Menurutnya, sinergi dengan institusi pendidikan di Korea Selatan akan memberikan manfaat besar bagi pengembangan atlet.
“Kerja sama ini adalah upaya konkret kami untuk membangun ekosistem prestasi yang berstandar internasional. Dengan kolaborasi riset, pelatihan, dan dukungan fasilitas dari Universitas Gwangju, kami optimistis atlet Jawa Timur dapat meningkatkan kualitas dan daya saingnya di level dunia,” ujar Yusman, Senin (20/7/2026).
Melalui kemitraan tersebut, Pengprov TI Jatim menargetkan lahirnya atlet yang mampu bersaing di level internasional. Pembinaan juga diarahkan agar atlet memiliki bekal akademik dan profesionalisme yang dapat menunjang karier setelah masa kompetisi.















