
Penyusutan anggaran sebesar kurang lebih Rp1,9 miliar ini berdampak langsung pada jumlah penerima manfaat, khususnya bagi jenjang pendidikan tinggi. Berdasarkan data terbaru, total penerima beasiswa tahun ini dipatok pada angka 551 orang, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 577 orang.
Rincian Kuota yang Hilang
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Malang, Achmad Sholeh, menjelaskan bahwa pengurangan paling tajam terjadi pada kuota mahasiswa. “Tahun ini kami mengalokasikan untuk 341 mahasiswa dan 210 siswa SMA sederajat,” ungkapnya melalui pesan singkat, Selasa (17/3/2026).
Jika dikomparasikan dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota tahun 2025 yang mengakomodasi 305 mahasiswa dan 272 siswa SMA, artinya ada selisih 36 slot mahasiswa yang terpaksa dieliminasi tahun ini. Sholeh mengakui bahwa keterbatasan anggaran memaksa pihaknya melakukan prioritas ulang.
Dilema Biaya Pendidikan Tinggi
Faktor utama pengurangan kuota mahasiswa adalah tingginya biaya satuan per penerima. Untuk satu mahasiswa, Pemkot mengalokasikan Rp2 juta per bulan, sementara siswa SMA hanya Rp440 ribu per bulan.
”Di tengah anggaran yang terbatas, kami harus menyeimbangkan antara jumlah penerima dan besaran bantuan. Di sisi lain, minat pendaftar dari jenjang SMA sederajat terus meningkat secara signifikan setiap tahunnya,” tambah Sholeh. Hal ini menunjukkan beban kebutuhan bantuan pendidikan di tingkat menengah juga sangat tinggi di Kota Malang.