SUARAMALANG.COM, Kota Malang – Brawijaya Career Expo 2026 menghadirkan workshop bertema Live CV Building & Review Workshop serta Cara Cerdas Mengelola Gaji Pertama di Auditorium Pandhita Majapahit Universitas Brawijaya, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan tersebut membekali mahasiswa dengan keterampilan menghadapi proses rekrutmen dan pengelolaan keuangan awal bekerja.
Workshop menghadirkan Olivia Ompusunggu selaku Human Capital & General Affair Head PT Astra Mitra Ventura serta Dhian Nurvita dari PT Federal International Finance atau FIFGROUP sebagai pemateri utama.
Workshop BCE 2026 Bahas Strategi Menyusun CV Profesional
Dalam sesi Live CV Building & Review Workshop, Olivia menjelaskan bahwa Curriculum Vitae (CV) menjadi tahap awal yang menentukan peluang kandidat dalam proses seleksi kerja.
Menurutnya, recruiter biasanya hanya membutuhkan waktu singkat untuk membaca dan menilai kelayakan sebuah CV. Karena itu, mahasiswa perlu memahami cara menampilkan pengalaman secara efektif dan relevan.
“CV adalah tiket awal untuk masuk ke pertandingan,” ujar Olivia saat memberikan materi.
Ia menjelaskan proses rekrutmen kerja dimulai dari job posting, penyaringan CV, tes tertulis, hingga wawancara HR dan user. Setelah itu, perusahaan akan memasuki tahap offering letter dan onboarding.
Selain itu, Olivia menyebut satu posisi pekerjaan dapat menarik ribuan pelamar. Kondisi tersebut membuat recruiter harus melakukan penyaringan CV secara cepat dan selektif.
Pengalaman Kerja Harus Ditulis Spesifik dan Terukur
Olivia menyarankan peserta menggunakan formula Action, Result, dan Number saat menulis pengalaman kerja maupun organisasi. Formula itu membantu recruiter memahami kontribusi kandidat secara lebih jelas.
“Gunakan formula Action + Result + Number. Apa yang dilakukan, hasilnya apa, dan ukurannya berapa,” jelasnya.
Menurutnya, banyak pelamar masih menuliskan pengalaman terlalu umum sehingga sulit menarik perhatian perusahaan. Karena itu, mahasiswa perlu menampilkan keterampilan, pencapaian, dan pengalaman yang relevan dengan posisi tujuan.
Selain membahas CV, workshop juga menyoroti kesiapan mental mahasiswa menghadapi dunia profesional. Peserta diajak memahami pentingnya membangun personal branding sejak masa kuliah.
Pengelolaan Gaji Pertama Jadi Perhatian Anak Muda
Pada sesi berikutnya, Dhian Nurvita membahas pentingnya pengelolaan keuangan sejak awal bekerja. Ia menilai banyak anak muda terjebak lifestyle inflation dan financial FOMO akibat tekanan lingkungan sosial.
Menurut Dhian, kebiasaan pengeluaran impulsif dapat menghambat seseorang mencapai stabilitas finansial jangka panjang. Karena itu, disiplin keuangan perlu dibangun sejak menerima penghasilan pertama.
“Financial freedom adalah hasil dari financial discipline,” ujar Dhian.
Ia kemudian memperkenalkan konsep pengelolaan keuangan 50–30–20. Pola tersebut membagi pendapatan menjadi 50 persen kebutuhan pokok, 30 persen keinginan pribadi, dan 20 persen tabungan atau investasi.
Dana Darurat dan Investasi Jadi Bekal Dunia Kerja
Dhian juga mengingatkan pentingnya memisahkan tabungan segera setelah menerima gaji. Langkah itu dinilai lebih efektif dibanding menabung dari sisa pengeluaran bulanan.
Selain itu, peserta mendapat pemahaman mengenai dana darurat dan investasi sederhana. Menurutnya, kemampuan mengatur keuangan perlu dipersiapkan bersamaan dengan kesiapan karier profesional.
Workshop ini menjadi bagian dari rangkaian BCE 2026 yang bertujuan memperkuat kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja. Informasi mengenai kegiatan pengembangan karier mahasiswa juga dapat diakses melalui Universitas Brawijaya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami strategi lolos rekrutmen kerja. Mereka juga didorong membangun kebiasaan finansial sehat untuk mendukung stabilitas ekonomi pada awal karier profesional.
