Dampak Konflik AS-Israel vs Iran, Belasan Ribu Jama’ah Umroh Transit Tertunda Kepulangannya, Saudi Menerapkan Penjagaan Ketat

Laporan Jamaah asal Malang: M. Zuhdy Achmadi, dari Mekkah Al-Mukaromah

Menanggapi informasi yang berkembang melalui media sosial terkait konflik bersenjata Israel-AS vs lran, ada beberapa catatan penulis terkait kondisi jamaah yang sedang menunaikan ibadah umroh di tanah suci, para jamaah tetap melaksanakan ibadah seperti biasa, tidak menunjukkan adanya pengaruh terkait konflik tersebut.

“Arus kedatangan dari berbagai negara tetap membludak untuk menunaikan ibadah umroh, termasuk dari negara tetangga, seperti Kairo, Maroko, Sudan, Aljazair, Jordania yang jamaahnya pernah saya temui seusai menunaikan sholat di masjidil haram, katanya.

Sejak timbulnya konflik dan perang AS-Israel vs Iran, terjadi peningkatan pengamanan jamaah umroh, baik di dalam masjid maupun di sepanjang jalan menuju masjidil haram. Bahkan askarnya ada yang membawa senjata api, padahal biasanya tidak pernah terjadi.

“Jamaah yang masuk masjidil haram membawa tas ukuran besar, seperti ransel diperiksa, dan tidak boleh masuk ke masjid,” ujarnya.

Ia juga menyadari sebelum dan setelah konflik tersebut, dirinya tidak menjumpai jamaah dari negara Iran, yang biasanya sangat mendominasi dan punya ciri khas sendiri kalau menjalankan ibadah umroh.

“Saya heran, dan baru menyadari setelah diberitahu jamaah lain dan lewat pesan singkat di HP bila terjadi konflik, inilah luar biasanya dan hebatnya pemerintah Saudi yang melakukan pembatasan informasi, terkait perang dan konflik AS-Israel vs Iran. Bahkan TV-TV Saudi tidak ada yang memberitakan soal perang AS-Israel vs Iran, “ungkapnya heran.

Jamaah dari negara lran, yang biasanya berkelompok, tidak pernah terlihat sejak di Madinah maupun di Makkah. Namun, hingga ia mau pulang ke Indonesia juga tidak melihat jamaah umroh asal Iran.

Hingga berita ini dibuatnya, ia mendapatkan informasi dari berbagai sumber resmi dan tidak resmi, termasuk dari Kementrian Haji Indonesia, telah terjadi sejumlah penundaan keberangkatan maupun kepulangan jamaah umroh yang penerbangannya transit di bandara Doha, Dubai.

Sebagian besar yang mengalami penundaan keberangkatan maupun kepulangan jamaah umroh itu adalah yang menggunakan penerbangan transit, seperti Qatar Airways, Etihad dan ada juga dari penerbangan lokal Indonesia.

“Yang penerbangan dari lndonesia langsung Jeddah sih aman, tidak ada penundaan, ” ungkapnya lagi.

Puluhan jamaah KBIHU Al Hikam Malang yang bekerjasama dengan biro perjalanan Musafir Al Anwar Haramain Sumenep menggunakan maskapai Lion Air, dengan penerbangan langsung tanpa transit. “Ada sekitar tiga puluhan jamaah umroh dari Musafir tour & Travel berangkat dari bandara Juanda langsung Jeddah menggunakan Lion Air, ” jelasnya

Ia menambahkan, jamaah umroh yang menggunakan penerbangan langsung tidak ada hambatan, baik yang sudah pulang maupun baru tiba di Jeddah. “Jamaah umroh dari Lampung sudah ada yang pulang dan ada yang baru tiba, menggunakan Saudia Air, Garuda Indonesia Airways dan Lion Air, aman dan tidak ada penundaan, ” pungkasnya

Exit mobile version