SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Dinas Pendidikan Kabupaten Malang bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP Negeri Kabupaten Malang menggelar bimbingan teknis (bimtek) persiapan Tes Kemampuan Akademis (TKA) 2026 bagi SMP Negeri se-Kabupaten Malang di SMP Negeri 1 Kepanjen, sebagai langkah memperkuat koordinasi sekolah menjelang pelaksanaan ujian akademik tersebut.
Kegiatan ini diikuti oleh 22 pengawas dan 61 kepala SMP Negeri. Bimtek difokuskan untuk menyamakan persepsi, berbagi strategi pembelajaran, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan tryout TKA yang telah digelar sebelumnya.
Evaluasi Tryout TKA Kabupaten Malang
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesiapan sekolah sekaligus mendorong capaian akademik siswa menjelang pelaksanaan TKA 2026.
Ia menjelaskan bahwa tryout pertama TKA yang dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026) diikuti oleh 28.547 siswa SMP Negeri se-Kabupaten Malang.
Dari jumlah tersebut, 6.016 siswa berhasil meraih nilai 90–100 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan 462 siswa memperoleh nilai 90–100 pada mata pelajaran Matematika.
“Teman-teman saya yakin punya trik dan tips masing-masing. Melalui kegiatan hari ini harapannya bisa sharing pengalaman. Ya harapannya ada hal-hal yang baru dan praktik baik yang bisa dilakukan dalam persiapan TKA yang sudah semakin mepet ini,” ujar Bagus, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan tren positif khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, namun peningkatan capaian pada mata pelajaran lain masih perlu terus didorong melalui berbagai strategi pembelajaran.
“Tryout pertama 6.016 siswa yang mendapatkan nilai 90 sampai 100 di mata pelajaran Bahasa Indonesia. Semoga trennya terus positif dan yang paling penting juga kita berdoa, setelah semua ikhtiar kita lakukan, semuanya kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Bagus.
Kendala Teknis dalam Pelaksanaan Tryout
Sementara itu, Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Malang Suntoro menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan tryout TKA berjalan lancar, meskipun terdapat beberapa kendala teknis yang menjadi bahan evaluasi.
Salah satu kendala yang muncul adalah keterlambatan beberapa sekolah dalam menyetorkan data peserta. Hal ini menyebabkan data siswa belum terekam dalam sistem master sehingga kartu peserta belum dapat diterbitkan hingga mendekati waktu pelaksanaan ujian.
Selain itu, kendala teknis juga terjadi pada perangkat yang digunakan siswa saat mengikuti ujian daring, terutama bagi siswa yang menggunakan telepon genggam.
“Kendala yang dihadapi adalah beberapa sekolah terlambat menyetorkan data peserta sehingga belum terekam di data master, sehingga sekolah tersebut belum mendapatkan file kartu peserta sampai menjelang pelaksanaan tryout,” jelas Suntoro.
Ia menambahkan bahwa sejumlah siswa juga mengalami gangguan teknis karena perangkat belum dibersihkan dari riwayat peramban atau clear cache, yang menyebabkan sistem ujian mengalami hang atau logout secara otomatis.
Untuk mengatasi hal tersebut, panitia pelaksana menyiapkan sejumlah langkah perbaikan, antara lain melakukan entry data susulan bagi sekolah yang terlambat mengirimkan data, menyediakan bantuan melalui helpdesk sub rayon, serta menjadwalkan tryout susulan bagi sekolah yang belum dapat mengikuti ujian pada jadwal pertama.
Selain itu, proktor sekolah juga diminta membantu siswa memastikan perangkat yang digunakan telah dibersihkan dari riwayat peramban sebelum pelaksanaan ujian berikutnya.
Upaya evaluasi dan koordinasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan TKA 2026 berjalan lebih optimal. Dengan jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu siswa, kesiapan teknis serta strategi pembelajaran di setiap sekolah menjadi faktor kunci agar hasil ujian dapat mencerminkan kemampuan akademik siswa secara lebih akurat di Kabupaten Malang.
