Berita  

Evakuasi Tuntas, Tiga Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan

SUARAMALANG.COM, Jawa Timur – Proses evakuasi tiga pendaki ilegal yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Semeru akhirnya berhasil diselesaikan oleh tim gabungan. Seluruh pendaki berhasil dievakuasi setelah operasi penyelamatan yang berlangsung di medan terjal dan berisiko tinggi.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menjelaskan, ketiga pendaki tersebut memasuki kawasan Gunung Semeru melalui jalur tidak resmi Candi Jawar Purbakala saat pendakian menuju puncak masih ditutup akibat aktivitas vulkanologi dan pertimbangan keselamatan.

Dalam perjalanan menuju puncak, salah satu pendaki mengalami kecelakaan hingga mengalami patah tulang kaki. Kondisi tersebut memaksa tim gabungan melakukan operasi pencarian dan evakuasi di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau.

Pada Kamis, 4 Juni 2026, tim gabungan yang terdiri dari petugas BB TNBTS, Basarnas, TNI, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Masyarakat Peduli Api (MPA), PPGST, Gimbal Alas, relawan, serta masyarakat setempat melanjutkan proses evakuasi di lokasi kejadian. Dua pendaki yang selamat lebih dulu berhasil dievakuasi menuju posko, sementara satu pendaki yang mengalami patah tulang masih didampingi tim penyelamat di lokasi sekitar 250 meter sebelum punggungan.

Tim evakuasi bersama dua pendaki yang selamat tiba di posko pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 00.10 WIB. Keduanya kemudian dibawa ke Puskesmas Ampelgading untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan dilaporkan dalam kondisi baik meski mengalami dehidrasi ringan.

Sementara itu, proses evakuasi terhadap pendaki yang mengalami patah tulang kaki kembali dilanjutkan pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Tim gabungan harus melewati medan curam dan sulit sebelum akhirnya berhasil membawa korban turun ke posko pada pukul 19.20 WIB.

Setelah tiba di posko, korban langsung mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan penanganan medis awal sebelum dirujuk ke rumah sakit menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut.

“BB TNBTS menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi, antara lain Basarnas, TNI-Polri, PPGST, Gimbal Alas, MMP, MPA, relawan, serta masyarakat setempat yang telah bekerja sama dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam membantu proses penyelamatan korban,” demikian keterangan resmi BB TNBTS.

BB TNBTS kembali menegaskan bahwa pendakian menuju puncak Gunung Semeru hingga saat ini masih ditutup karena aktivitas vulkanologi dan faktor keselamatan pengunjung. Masyarakat diminta tidak melakukan pendakian melalui jalur tidak resmi maupun memasuki kawasan yang sedang ditutup.

Menurut pihak pengelola, aktivitas pendakian ilegal tidak hanya melanggar ketentuan yang berlaku, tetapi juga berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa serta dapat menyulitkan proses penanganan saat terjadi keadaan darurat.

BB TNBTS mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di alam bebas. Masyarakat diimbau selalu mematuhi peraturan, mengikuti informasi resmi dari pengelola kawasan, serta menghormati kebijakan yang diberlakukan demi keselamatan bersama dan kelestarian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Exit mobile version