SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menunggu permintaan maaf secara terbuka dari Perumda Tirta Kanjuruhan perihal foto Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib yang tidak disert pada backdrop halalbihalal di kantor Perumda Tirta Kanjuruhan belum lama ini.
Bendahara DPC PKB sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang, H. Ali Murtadlo menyampaikan, sejauh ini belum ada permintaan maaf yang disampaikan direksi Tirta Kanjuruhan.
“Saya cek tadi ke Wabup Malang belum ada permintaan maaf dari direksi Tirta Kanjuruhan. Untuk itu kami berharap kepada jajaran direksi Tirta Kanjuruhan untuk meminta maaf kepada Wakil Bupati secara langsung dan secara terbuka. Meminta maaf dan tidak mengulangi lagi,” tegas Ali Murtadlo saat ditemui di kantor DPRD Kabupaten Malang, Senin (30/3/2026).
Pria yang akrab disapa Gus Tadlo ini bilang, tidak disertakannya foto Wakil Bupati Malang pada kegiatan Halal Bihalal itu sangat tidak etis. Apalagi, lanjut Gus Tadlo, secara aturan hal tersebut sudah ada.
“Menurut kami itu tidak layak karena di undang-undang ada aturannya, dimana Wabup itu selalu menempel dengan Bupati sebagai lambang. Secara etika pun tidak boleh seperti itu, tidak elok, dimana Bupati pasti sebelahnya Wabup secara anturan undang-undang ada itu. Bahwa foto Bupati, foto Wakil Bupati itu satu kesatuan sebagai lambang, nah ini apa pertimbangnya di Tirta Kanjuruhan tidak memasang Wakil Bupati, yang dipasang malah Sekda, apa ini disengaja apa atau tidak sengaja, kami belum dapat kejelasan,” tutur Gus Tadlo.
Lebih jauh, Gus Tadlo mengatakan, sejauh ini hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati tidak ada masalah. “Kalau saya melihat tidak ada, enjoy saja, aman saja hubungan Bupati sama Wabup, kami tidak tahu ini di BUMD Tirta Kanjuruhan kok seperti ini,” ungkapnya.
Gus Tadlo pun menyampaikan, dirinya sebagai Ketua Komisi II yang bermitra dengan Tirta Kanjuruhan, sempat berkomunikasi dengan Direktur Utama Tirta Kanjuruhan Samsul Hadi, pasca masalah tersebut ramai diperbincangkan.
“Saya WA (WhatsApp, red) Pak Samsul selaku Direktur Utama, beliau meminta maaf dan berjanji akan datang ke Bu Wabup, itu janjinya Pak Samsul, kami tunggu. Saya belum dapat kejelasan apa alasannya, apa ketidaksengajaan, atau siapa yang buat, juga belum ada keterangan dari jajaran direksi Tirta Kanjuruhan,” terangnya.
Gus Tadlo juga membeberkan, persoalan tersebut sudah terdengar hingga ke DPP PKB. Namun, sejauh ini belum ada intruksi khusus dari DPP PKB.
“Jakarta (DPP PKB, red) sudah dengar, saya belum dapat kejelasan bagaimana sikap dan perintah Jakarta seperti apa, yang jelas kami di Kabupaten Malang, di DPC, Ketua Fraksi, Ketua Komisi II sudah berkomentar semua menyikapi hal ini,” pungkasnya.
Terpisah, Gubernur LIRA Jawa Timur, M Zuhdy Achmadi ditemui suaramalang.com menjelaskan, Wakil Bupati Malang merupakan pasangan dari Bupati yang sah. Bukan sebaliknya.
“Pasangan Bupati adalah Wakil Bupati, bukan Sekda. Terkait pemasangan backdrop oleh panitia penyelenggara (Perumda Tirta Kanjuruhan) yang menyantumkan foto Sekda menggantikan foto Wabup sebagaimana lazimnya, diduga ada tujuan tertentu yang bernuansa politik. Ini harus ada klarifikasi dari pihak panitia,” tegas Didik, panggilan akrab gubernur LIRA Jatim.
