Gandeng Gwangju University, Pengprov TI Jatim Bidik Prestasi Dunia Berbasis Sport Science

SUARAMALANG.COM, Jawa Timur – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Timur resmi menjalin kerja sama strategis dengan Gwangju University guna memperkuat pembinaan atlet berbasis sport science dan meningkatkan daya saing taekwondo Jawa Timur di level internasional.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pengprov TI Jatim dan Departemen Taekwondo Gwangju University di Surabaya, Selasa (16/6/2026). Kesepakatan ini menjadi langkah konkret untuk mengintegrasikan pendekatan akademik dan ilmu olahraga modern dalam pembinaan atlet serta pengembangan sumber daya manusia taekwondo.

MoU ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum Pengprov TI Jatim, Hendra Prastiyawan, bersama Profesor Departemen Taekwondo Gwangju University, Kim Ji-Hyuk.

Melalui kolaborasi ini, kedua institusi berkomitmen memperluas kerja sama akademik, pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas pelatih, hingga pengembangan sistem pembinaan atlet yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Integrasi Sport Science untuk Cetak Atlet Kelas Dunia

Ketua Pengprov TI Jatim, Yusman Madayun, melalui Hendra Prastiyawan menyampaikan bahwa kehadiran para akademisi dan pelatih dari Korea Selatan merupakan bagian dari implementasi nyata kerja sama internasional yang telah dirancang sebelumnya.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak instan sekaligus jangka panjang bagi ekosistem taekwondo di Jawa Timur. Para atlet Jawa Timur kini ditargetkan tidak hanya mampu mendominasi berbagai kejuaraan domestik, tetapi juga siap mewujudkan jargon ‘Jatim Hebat’ di panggung olahraga internasional,” ujar Hendra.

Menurutnya, penerapan sport science menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi persaingan olahraga modern yang semakin kompetitif. Pendekatan ilmiah dinilai mampu meningkatkan kualitas latihan, mempercepat evaluasi performa atlet, dan meminimalkan risiko cedera.

Taekwondo Bukan Sekadar Olahraga

Kegiatan tersebut juga dihadiri tokoh senior taekwondo Korea Selatan, Han Kwanggil. Grand Master Han menegaskan bahwa taekwondo bukan hanya soal kompetisi dan prestasi, melainkan juga membentuk karakter dan nilai kehidupan.

“Jika bukan karena Taekwondo, kita mungkin tidak akan bisa bertemu seperti ini. Saya pribadi sangat menghargai dan menganggap ikatan ini sebagai sesuatu yang sangat berharga,” ungkapnya.

Pria yang telah mengabdikan diri selama empat dekade di dunia taekwondo itu berharap hubungan antara Jawa Timur dan Korea Selatan dapat terus berlanjut hingga generasi berikutnya.

Dispora Jatim Optimistis Dongkrak Prestasi PON

Dukungan terhadap kerja sama internasional tersebut juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Bidang Prestasi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim, Abdul Wahab, menilai kolaborasi dengan institusi pendidikan asal Korea Selatan ini sebagai momentum penting dalam peningkatan kualitas pembinaan olahraga daerah.

Ia optimistis kehadiran Prof. Kim Ji-Hyuk, Grand Master Han Kwanggil, serta pelatih Korea Selatan, Coach Lee, dapat memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian prestasi atlet Jawa Timur, khususnya menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

Namun demikian, Abdul Wahab menekankan bahwa peningkatan kualitas pelatih lokal menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program pembinaan jangka panjang.

“Kehadiran tim ahli Korea Selatan diharapkan mampu meningkatkan mutu dan standardisasi pelatih lokal secara drastis,” katanya.

Melalui transfer ilmu dan standardisasi pembinaan yang mengacu pada institusi akademik Korea Selatan, Pengprov TI Jatim berharap mampu mencetak generasi pelatih berkualitas serta melahirkan atlet-atlet berprestasi dunia secara berkelanjutan.

Exit mobile version